img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Mendirikan Ayu Tanda dimulainya Erau Oleh Kesultanan Kutai

date_range 23 Juli 2018 | Oleh : Medsi 02
Mendirikan Ayu Tanda dimulainya Erau Oleh Kesultanan Kutai

FOTO Mendirikan ayu dilakukan oleh Putera Mahkota Kesultanan Kutai Kartaneara Ing Martadipura dan kerabat bersama para pejabat, termasuk didalamnya adalah Plt Bupati Kukar Edi Damansyah dan Calon Gubernur Kaltim Isran Noor. (by margini)

TENGGARONG -Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memulai secara resmi pelaksanaan Erau dengan ritual adat mendirikan Ayu, yang berlangsung di Keraton atau Museum Mulawarman Tenggarong, Minggu (22/7) pagi atau sesaat sebelum seremoni pembukaan Erau Adat Kutai dan International Folk Arts Festival (EIFAF) 2018. Menurut kerabat Kesultanan, mendirikan Ayu mempunyai arti lain yaitu menegakkan kebenaran dan semangat, dan memancarkan kekuatan spiritual. 

Ayu adalah Sangkoh Piatu yang merupakan sebuah tombak pusaka milik raja pertama Kutai, Aji Batara Agung Dewa Sakti, pada tombak tersebut digantung sebuah kantung kain berwarna kuning, dan juga disematkan kelengkapan ritual lain, yaitu tali juwita, kain cinde, janur kuning, daun sirih, dan buah pinang.   

Dalam prosesnya setelah Dewa dan Belian melakukan acara ritual di Serapo Belian, kemudian menuju keraton dengan menempatkan diri duduk bersila disisi kiri dan kanan Tambak Karang sebagai alas Ayu. Sebelum ritual dimulai, Tiang Ayu dalam keadaan rebah dan menghadap ke arah singgasana Sultan. Pusaka ini diberi alas selembar kasur berwarna kuning dan dilapisi kain kuning bermotif merah yang disebut Tapak Liman. Di bawah kasur tersebut, disiapkan lukisan Tambak Karang berbentuk empat ekor naga dan seluang mas warna-warni. Di kedua sisi Tiang Ayu, diletakkan dua buah pusaka, Gong Raden Galuh dan Batu Tijakan.  

Selanjutnya Putera Mahkota kesultanan Aji Pangeran Prabu Anoem Surya Adiningrat memberikan Tepong Tawar lalu Sangkoh Piatu dididikan bersama-sama, untuk mendirikannya dilakukan dengan tiga kali angkatan, setiap angkatan mengucapkan kata yo..yo..yo.. sampai berdiri, dan ditempakan pada penyangganya. Prosesi mendirikan Ayu itu dilakukan oleh kerabat Keraton dan pejabat, termasuk didalamnya adalah Plt Bupati Kukar Edi Damansyah dan Calon Gubernur Kaltim Isran Noor. 

Hadir pada prosesi mendirikan Tiang Ayu, Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, Calon Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, dan para undangan lainnya. Pada kesempata tersebut Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga memberikan gelar sebagai Pangeran Wira Praja  kepada Isran Noor. (rb/medsi02)

Terkait

BERITA Lainnya