img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Promosi Wisata Internasional, Tarian 6 Negara Meriahkan Pembukaan Erau 2018

date_range 23 Juli 2018 | Oleh : Medsi01
Promosi Wisata Internasional, Tarian 6 Negara Meriahkan Pembukaan Erau 2018

FOTO Tarian Kesenian Daerah menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara yang ikut dalam delegasi 6 negara ramaikan pembukaan Erau 2018. (Foto: Irwan Wadi)

TENGGARONG -Kesenian daerah, nusantara hingga enam delegasi kesenian rakyat mancanegara yakni, Hongaria, India, Meksiko, Polandia, Rumania dan Turki turut meriahkan Pembukaan Erau Adat Kutai dan 6th International Folk Arts Festival (EIFAF), di Stadion Rondong Demang, Minggu (22/7/2018). Para delegasi tersebut menampilkan keseniannya masing-masing secara bergantian, termasuk Indonesia tan rumah Kutai Kartanegara dalam grup kesenian rakyat daerah serta dari daerah nusantara yang akan digelar selama sepekan mulai 22 s/d 29 Juli 2018. 

Dalam perayaan itu dihadiri langsung Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Plt Bupati Kukar Edi Damansyah, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran (P2I) Kementerian Pariwisata RI Prof. I Gede Pitana Brahmananda beserta rombongan, Putra Mahkota Adji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat, Cagub Kaltim terpilih Isran Noor dan pasangannya Hadi Mulyadi, dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI asal Kaltim-Kaltara, Hetifah Sjaifudian serta sejumlah pejabat, baik di lingkungan Pemprov Kaltim maupun Pemkab Kukar.  

“Tahun ini ada 6 negara yang ikut memeriahkan perhelatan EIFAF 2018 di Kota Raja Tenggarong, termasuk juga kesenian daerah dan nusantara,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kukar Sri Wahyuni. Diakui Sri, pelaksanaan Erau juga didukung oleh kemenpar tertama untuk pelaksanaan cara pembukaannya yang menampilkan tarian masal dari Gerbang Etam Mini Orkestra. “Kita bersyukur perhelatan EIFAF selalu didukung oleh Kementerian Pariwisata, terutama dalam mempublikasikan kegiatan EIFAF, termasuk talkshow dan video promosi di televisi nasional,”. ujarnya. Ditambahkan Sri, festival ini adalah festival yang sangat dinantikan oleh masyarakat Kutai Kartanegara dan sekitarnya, menjadi ruang aktualiasi  bagi para seniman daerah, nusantara dan mancanegara, sekaligus memacu para pelaku industri pariwisata untuk turut menggerakkan kemajuan sektor pariwisata di Kutai Kartanegara. 

“Kebutuhan untuk bahagia dan sukacita bersama sebagaimana arti harfiah dari kata Erau, seakan mendapat ruangnya tatkala masyarakat datang berbondong-bondong dengan sukacita guna menyaksikan festival budaya ini. Di sisi lain, masyarakat juga mendapat manfaat ekonomi dari perhelatan budaya ini melalui berbagai sektor usaha yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pengunjung atau wisatawan,” katanya. “Oleh karena itu, perhelatan festival budaya ini merupakan salah satu ikon wisata budaya Kutai Kartanegara yang telah menjadi agenda tetap secara nasional, yang makin dikenal di nusantara dan di kalangan festival kesenian rakyat internasional yang berlangsung di berbagai negara. Festival ini menjadi pintu masuk yang strategis untuk mengenal dan mempromosikan daya tarik wisata di Kutai Kartanegara beserta ragam seni budayanya,”. Jelasnya. (Medsi01)

Terkait

BERITA Lainnya