img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Sekda Pimpin Upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana 2018

date_range 30 April 2018 | Oleh : Medsi05
 Sekda Pimpin Upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana 2018

FOTO Sekda Kukar Marli, melakukan penekanan tombol serine tanda peringatan Siapsiagaan Bencana di Kukar.

TENGGARONG - Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, menggelar upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang ditandai dengan penekanan tombol sirene dan pemukulan kentongan bambu selama 30 detik di halaman Kantor Bupati Kukar, Kamis (26/4/2018).


Upacara peringatan HKB tersebut dipimpin Sekda Kukar H Marli. Pesertanya terdiri dari prajurit TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, Tagana, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Perkebunan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Kesehatan, BPBD, serta anggota Pramuka. Dalam acara yang dipandu komandan upacara Suraji, tampak hadir Wakapolres Kukar Kompol Andre Anas S.IK, Kasdim 0906/TGR Mayor (Inf) Albert Ingkiriwang dan kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD)  dilingkup Pemkab Kukar.   

"Berbicara mengenai bencana merupakan kejadian yang tidak kita inginkan, namun sebenarnya kita perlu mewaspadai segala bentuk kejadian bencana yang mungkin terjadi karena bencana selalu terjadi secara tiba tiba dan tidak dapat kita duga. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi bencana sangat penting agar penanggulangan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” jelas Marli.

Menurut hasil penelitian dan survey di Jepang, Great Hansin Earthquake 1995, lanjut Marli korban bencana yang dapat selamat dalam durasi “golden times” disebabkan oleh kesiapsiagaan diri sendiri sebesar 35 perse, dukungan anggota keluarga sebesar 31,9 persen, dukungan teman tetangga sebesar 28,1 persen, dukungan orang di sekitarnya sebesar 2,60 persen, dukungan Tim SAR sebesar 1,70 persen dan lain-lain sebesar 0,90 persen. “Sangatlah jelas bahwa berdasarkan hasil kajian tersebut, maka individu dan masyarakat merupakan kunci utama yang perlu terus ditingkatkan,” ujarnya. 

Dikatakannya, untuk menyikapi bencana longsor, banjir dan angin puting beliung yang kerap kali terjadi di Kukar, BPBD dan OPD terkait, sedang dan akan terus mengupayakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam rangka meminimalisir segala bentuk potensi dan dampak bencana yang mungkin terjadi. Salah satu cara untuk mengurangi dampak bencana adalah melalui mitigasi bencana. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik, maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi bencana. 

“Oleh karena itu, saya berpesan kepada BPBD beserta OPD terkait agar terus meningkatkan upaya mitigasi bencana dengan cara, terus melakukan kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan kepada masyarakat karena upaya pencegahan bencana, dan pengurangan resiko bencana perlu dimulai dengan penyebaran informasi dan pengetahuan serta membangun kesadaran dan tingktakan komunikasi dan koordinasi dengan unsur TNI, Polri, OPD terkait, Organisasi kemasyarakatan,  pihak swasta dan elemen masyarakat lainnya agar kita dapat menanggulangi bencana secara cepat, tepat, terpadu dan menyeluruh, “ pungkas Sekda Kukar tersebut. Usai upacara, Sekda dan rombongan menyaksikan simulasi peralatan bencana yang diperagakan oleh anggota BPBD Kukar di halaman parkir Kantor Bupati Kukar. (Abdul Rahman/Medsi05)

Terkait

BERITA Lainnya