img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

DPPPA Kukar Peringati Hari Kartini

date_range 30 April 2018 | Oleh : Medsi03
DPPPA Kukar Peringati Hari Kartini

FOTO Maslianawati Edi Damansyah saat menyerahkan Bingkisan kepada anggota Persatuan Isteri Veteran Republik Indonesia(PIVERI) Kabupaten Kutai Kartanegara.

TENGGARONG -Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPP&PA) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengelar syukuran Hari Kartini ke 139 di ruang  serbaguna Kantor Bappeda Kukar,  Kamis (26/4/2018). Kegiatan tersebut menghadirkan dua  inspirator dari Komunitas Sahabat Tuli dan Komunitas Naluri Perempuan Setara (Napas),  serta penyerahan bingkisan kepada anggota Persatuan Isteri Veteran Republik Indonesia(PIVERI) Kabupaten Kutai Kartanegara oleh istri Plt Bupati Kutai Kartanegara Maslianawati Edi Damansyah.

Kadis PP&PA Kukar Aji Lina Rodiah mengatakan peringatan Hut Kartini kali ini mengusung  tema Dengan Semangat Kartini Mari Kerja Bersama Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak, serta Stop Perkawinan Anak. “Tema tersebut sejalan dengan program Kementerian PP&PA Republik Indonesia,” kata Aji Lina Rodiah. Menurutnya tema tersebut menekankan pada pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang bertumpu pada pembangunan sinergisitas yaitu kerjasama dari berbagai pihak. “Dalam kerja bersama ini salah satu yang sangat penting adalah mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender,”ungkapnya.

Aji Lina Rodiah juga berupaya melaksanakan program Three Ends yaitu Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, Akhiri perdagangan manusia dan Akhiri ketidakadilan ekonomi perempuan. “Banyak sekali persoalan yang dialami oleh perempuan dan anak, salah satunya masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, juga masih ada perkawinan anak di bawah umur,”ujarnya. Saat ini Kementerian  PP&PA sudah mengusulkan untuk merivisi UU No. 1 tahun 74 tentang Perkawinan, sebagai langka cepat pemerintah telah menyiapkan Perpu. Hal ini merupakan bentuk kampanye untuk STOP Perkawinan ANAK. “Kami sebagai Dinas yang menangani urusan bidang PP&PA tidak mungkin berkerja sendiri tetapi sangat perlu melibatkan semua pihak yang berkompeten untuk mewujudkan kerjasama yang bersinergi,” imbuhnya mengakhiri. (Yuliati-Medsi03)

Terkait

BERITA Lainnya