img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Peringatan Otda Ke 22 Di Kukar

date_range 26 April 2018 | Oleh : medsi04
Peringatan Otda Ke 22 Di Kukar

FOTO Setkkab Kukar saat memimpin upacara OTDA ke 22 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kukar di Tenggarong.

TENGGARONG - Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 22 Tahun 2018 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diperingati dalam sebuah apel yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar H Marli di Halaman Kantor Bupati Kukar Tenggarong. Rabu (25/4/2018). Peringatan Otda tahun ini mengusung tema Mewujudkan Nawa Cita Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Bersih dan Demokratis. Tema tersebut diarahkan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya menjadi syarat utama terwujudnya tujuan utama otonomi. Apel tersebut diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala OPD, barisan Kodim 0906 Tenggarong, Polres Kukar, ASN, Organisasi wanita, para pelajar, dan mahasiswa. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Sekda Kukar H Marli mengatakan menapaki usia ke 22 tahun otonomi daerah dan menyongsong dirgahayu HUT RI ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, segenap rakyat Indonesia tiada kenal lelah terus bekerja keras dan bekerja cerdas untuk memastikan bangsa besar ini terus berlari menjemput impiannya menjadi salah satu bangsa maju didunia. Dikatakannya otda yang selama ini dilaksanakan memiliki hal positif yang telah dirasakan masyarakat, yakni dengan adanya pembangunan sarana dan prasarana semakin menggeliat sesuai potensi daerah dengan tingkat akurasi yang tinggi, mewujudkan pemerintahan yang responsif akan kebutuhan masyarakatnya, serta mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih transparansi dan akuntabel. Masih melalui sambutan tertulisnya Mendagri mengatakan pelaksanaan implementasi otonomi daerah didasarkan atas aspek kelembagaan, bukan atas kehendak seseorang atau kelompok tertentu. Sehingga dalam setiap derap penyelenggaraannya akan taat pada prinsip bahwa semua warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dimata hukum. Mendagri juga berpesan kepada kepala daerah dan perangkat daerah, untuk tidak takut berinovasi, karena saat ini sudah ada jaminan perlindungan hukum bahwa inovasi tak bisa dipidanakan. Dijelaskannya pula, inovasi didaerah bukan hanya mampu menjadi solusi berbagai persoalan di daerah, namun dapat meningkatkan daya saing antar daerah, serta menuju pada tingkat kesejahteraan masyarakat, selama inovasi dilakukan sesuai peraturan perundang –undangan. Diakhir sambutannya Mendagri mengajak seluruh ASN untuk menjaga netralitas selama Pilkada mendatang. Pemerintah tidak akan sungkan memberi sanksi tegas jika ada ASN yang coba – coba menjadi tim sukses calon kepala darah, juru kampanye, memberikan bantuan fasilitasi untuk kampanye atau bentuk tindakan tidak netral lainnya.(Medsi04/Betty).

Terkait

BERITA Lainnya