img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Pelaku UMKM Kukar Harus Miliki Daya Saing Prodak

date_range 26 April 2018 | Oleh : medsi02
Pelaku UMKM Kukar Harus Miliki Daya Saing Prodak

FOTO Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah H Azmidi saat memberikan pemahaman prodak kepada para pelaku usaha UMKM Kukar.

TENGGARONG - Banyaknya prodak rumahan yang bermunculan saat ini menandakan bahwa masyarakat sudah kreatif dalam mencari peluang usaha ekonomi keluarga. Namun dari prodak yang dihasilkan masih banyak terdapat prodak “Telanjang” atau tanpa kemasan menarik, sehingga tidak memiliki daya pikat atau daya saing sebuah prodak. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) H Azmidi saat membuka Pelatihan Keamanan Pangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), berlangsung di Rumah Kreatif BUMN PLN, Tenggarong, Rabu (25/4/2018). “Saya melihat prodak rumahan sudah bermunculan. Tentunya perlu diperhatikan mulai dari keamanan pangan, standar, hingga kemasan prodak yang dapat menentukan daya saing sebuah prodak,” kata Azmidi. Azmidi juga memberikan apresiasi atas gagasan RKB BUMN PLN Tenggarong yang sudah berinisiatif dalam memberikan penyuluhan keamanan pangan bagi pelaku UMKM yang ada di Kukar. “Terima kasih jajaran RKB BUMN PLN atas penyelenggaraan pelatihan keamanan pangan bagi pelaku UMKM. Semoga kegiatan ini dapat membuat para pelaku usaha di Kukar terus meningkat dengan memunculkan prodak-prodak unggulan yang berdaya saing,” ujarnya. Tidak hanya itu, Azmidi juga memandang perlu dari semua prodak usaha rumahan harus memenuhi standar, mulai dari keamanan pangan, izin dinas kesehatan hingga lebel sertifikasi halal. “Kalau kita mau bersaing secara global, pelaku UMKM mulai saat ini harus memenuhi standar, apakah itu komposisi dari sebuah prodak, kemudian izin kesehatan atau Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) hingga sertifikasi halal dari MUI,” katanya. Ditambahkan Azmidi saat ini prodak-prodak UMKM sudah mulai memasuki era digital, bahkan dipasarkan melalui Indomaret dan lainnya. “Pelaku UMKM harus sudah siap dengan perubahan dan kemasan prodak agar dapat diterima pasar. Jangan sampai semangatnya begitu tinggi, namun tidak memikirkan kemasan prodak,” sebut Azmidi. Azmidi juga memberikan contoh seperti prodak Papua Sarang Semut dikemas sangat menarik bahkan dapat dijumpai dimana-mana. Kukar sendiri dalam hal ini memiliki berbagai potensi yang dapat dijadikan sebagai prodak unggulan. “Saya mengajak agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan prodak lokal, berkreasi dalam memunculkan prodak asli daerah dan bisa berdaya saing dikancah nasional. Perhatikan standar 3 K yakni Kualitas, Kuantitas dan Kontinyuitas,” Jelas Azmidi memberikan spirit kepada pelaku UMKM. (Medsi02)

Terkait

BERITA Lainnya