img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Marli Himbau Pelajar di Kukar Hindari dan Jauhi Narkoba

date_range 07 Desember 2017 | Oleh : Medsi02
Marli Himbau Pelajar di Kukar Hindari dan Jauhi Narkoba

FOTO Sekda Kukar H Marli memberikan semangat kepada para pejajar SMA Negeri 1 Marang Kayu.

TENGGARONG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H Marli menghimbau kepada semua pelajar yang ada di Kukar, khususnya bagi pelajar SMA Negeri 1 Marang Kayu agar menjauhi narkoba yang dapat merusak generasi muda tumpuan dan harapan bangsa. “Saya menghimbau kepada seluruh siswa-siswi di Kukar fokus belajar, gapai cita-cita yang tinggi dan jauhi narkoba yang dapat merusak masa depan,” kata Marli saat memimpin upacara bendera di SMA Negeri 1 Marang Kayu, Selasa (5/12/2017).

Menurut Marli, berdasarkan data dari Kapolda Kaltim bahwa, Kaltim saat ini berada diurutan ke-2 pengguna narkoba terbesar di Indonesia, untuk itu jauhi dan hindari narkoba. “Saya minta, teladani guru kalian, berbakti kepada orang tua, dan disiplin, Insya Allah kalian semua pasti menuai kesuksesan. Jauhi hal-hal yang dianggap kurang baik termasuk barang haram narkoba. Saya doakan kalian semua 10-15 tahun kedepan bisa menjadi anggota DPRD, Bupati, bahkan Gubernur,” kata Marli, diamini ratusan siswa-siswi.

Marli juga meminta kepada semua guru untuk terus mengawasi gerak-gerik siswanya, jika ada yang mencurigakan dari sikap dan tutur kata yang tidak biasanya segera lakukan pendekatan, jika tanda-tanda sudah diketahui dan terindikasi pengguna narkoba lakukan rehabilitasi segera.

“Saya minta semua guru agar mengawasi anak didik, jika ditemukan ada indikasi pengguna narkoba maka segera lakukan pendekatan, panggil orang tuanya dan lakukan rehabilitasi untuk mencegahnya kembali mengkonsumsi bahaya obat terlarang,” pinta Marli. Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri I Marang Kayu Sudirman menyambut baik atas semangat yang disampaikan Sekda Kukar kepada anak didiknya fokus belajar dan menjauhi narkoba demi masa depan. “Upacara bendera ini tidak hanya sekedar seremoni, namun ada pesan-pesan positif yang disampaikan untuk menguatkan secara mental dan memberikan semangat menuntut ilmu, termasuk dalam menghindari obatan terlarang,” katanya.

Tentunya, tambah Sudirman di Era-Globalisasi saat ini berbagai macam pengaruh dari luar mulai masuk di Indonesia. Disinilah pentingnya menyaring hal-hal negative yang dapat merusak generasi muda, dengan membentengi diri dengan peningkatan pengetahuan akan agama dalam menghadapi persaingan global.

“Sebelum memulai belajar, sesuai keyakinan dilakukan doa dengan tujuan meminta kemudahan dalam menerima ilmu pengetahuan dan terhindar dari godaan atau hal-hal negative yang dapat merusak konsentarasi belajar siswa,” jelasnya. Diketahui, narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya, istilah narkoba ini sangat berkaitan dengan senyawa yang memberikan efek kecanduan bagi para penggunanya. Bahaya narkoba tidak hanya berpengaruh pada fisik saja tetapi bisa mengganggu mental atau jiwa pecandu.

Bahaya Narkoba bagi pecandu, tidak hanya merugikan masalah fisik tetapi akan mengalami gangguan mental dan kejiwaan, mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, dan ketergantungan. Dari ketergantungan inilah bahaya narkoba akan mempengaruhi fisik, psikologis, maupun lingkungan sosial. (Rudi Irwansyah/Medsi02)

Terkait