img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Sekda Sosialisasikan Pemilih Pemula Di SMAN 3 Unggulan Tenggarong

date_range 15 November 2017 | Oleh : Medsi 03
Sekda Sosialisasikan Pemilih Pemula Di SMAN 3 Unggulan Tenggarong

FOTO Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara H. Marli pimpin apel dalam rangka pendidikan Politik bagi pelajar dan pemilih pemula di SMAN 3 Unggulan Tenggarong pada Senin (13/11) di Lapangan Upacara SMAN 3 Tenggarong Seberang.

TENGGARONG -Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H  Marli memimpin apel  pagi di SMAN 3 Unggulan Tenggarong, Senin (13/11). Kegiatan tersebut juga dalam rangka pendidikan politik bagi pelajar dan pemilih pemula. Turut hadir Asisten I  Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Chairil Anwar, Kepala Dinas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Fatekur Rochman, dan Wakil Kepala SMA 3 Unggulan Sekolah Djunijanto. Dalam arahannya Sekda Kukar H  Marli mengatakan bahwa pemilu merupakan salah satu pilar demokrasi. Pemilu saat ini masih dianggap salah satu metode terbaik dalam penggantian elit politik, pemilu sendiri telah menjamin hak-hak politik masyarakat dan salah satu unsur penting dalam pemilu adalah partisipasi masyarakat.
 
Menurut Marli, dalam pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur tahun 2018 tidak semua masyarakat mempunyai hak memilih,  karena hanya warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan  dan telah diatur dalam Undang-undang  Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang bahwa warga negara Indonesia yang pada hari pemungutan suara sudah berumur 17 tahun atau sudah/ pernah menikah mempunyai hak untuk memilih.
 
Selain itu bila pemilih memiliki lebih dari satu tempat tinggal, maka pemilih harus memilih salah satu tempat tinggalnya yang dicantumkan dalam daftar pemilih berdasarkan kartu tanda penduduk elektronik atau surat keterangan domisili dari kepala desa atau lurah. Untuk dapat menggunakan hak memilih maka pemilih harus terdaftar sebagai pemilih dan jika tak terdaftar sebagai pemilih, maka pemilih bisa menunjukan kartu tanda penduduk elektronik atau surat keterangan penduduk pada saat pemungutan suara. Untuk pemilih pemula Marli berpesan agar para pemilih memastikan dirinya terdaftar pada Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap(DPT) yang dapat dilihat pada papan pengumuman di desa dan RT setempat.
 
“Jangan lupa untuk datang ke TPS pada hari pemilihan yaitu hari Rabu Tanggal 27 Juni 2018 untuk melakukan pemungutan suara,” kata Marli mengingatkan para siswa yang pada saat pemilihan telah berhak memilih, karena telah berusia 17 tahun. Ia berharap masyarakat, terutama pera pemilih pemula dapat menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya, karena akan menentukan masa depan Kalimantan Timur  dan Kutai Kartanegara kedepannya. “ Satu Suara akan sangat berguna untuk menentukan  Gubernur dan wakil Gubernur Kaltim terpilih” ungkapnya.
 
Di akhir ia sangat berharap nantinya bukan hanya sebagai pemilih saja tetapi 10 atau 15 tahun mendatang para pemilih pemula (siswa-siswi SMAN 3 Unggulan) akan dapat dipilih untuk duduk dilegislatif ataupun eksekutif.  
“Saya turut berdoa, generasi yang saat ini (Siswa SMA3 Unggulan..red) kedepannya akan menjadi pemimpin di daerah ini, tidak saja sebagai eksekutif, tapi juga sebagai legislatif,” harap Marli. (Yuliati-Medsi 03)

Terkait