img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Pemuda Kota Bangun Manfaatkan Bambu, Produksi Tusuk Sate

date_range 14 November 2017 | Oleh : Medsi01
 Pemuda Kota Bangun Manfaatkan Bambu, Produksi Tusuk Sate

FOTO Beginilah suasana produksi tusuk sate dari bahan baku bambu yang ada di Kota Bangun Ulu RT01 Kecamatan Kota Bangun Kukar.

TENGGARONG –Potensi Sumber Daya Alam yang dimiliki Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sangatlah berlimpah. Salah satunya di Desa Kota Bangun Ulu RT.01 Kecamatan Kota Bangun, terdapat pohon bambu yang begitu banyak. Bahkan bambu-bambu tersebut kini mulai dimanfaatkan warga setempat untuk diproduksi menjadi sebuah kerajinan tangan salah satunya menjadi tusuk sate yang menjanjikan dan bernilai ekonomis.

Dikatakan Abdul Basid selaku Owner atau pemilik kerajinan tusuk sate menceritakan awal mula sebelum memutuskan terjun ke dunia usaha, terlebih dahulu melakukan survey terhadap pohon bambu yang ada di Kota Bangun, ternyata sangatlah melimpah dan belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dari situlah Ia memberanikan diri untuk memulai menjajaki wirausaha dengan mencari refrensi melalui internet terkait pemanfaatan kerajinan bambu hingga akhirnya menemukan ide kreatif memulai memproduksi pohon bambu tersebut sebagai tusuk sate.

“Ya sekitar 3 (tiga) bulan lebih saya melakukan survey terhadap sumber daya alam bambu ini, dan diperkirakan 10 tahun kedepan bambu-bambu ini tidak akan habis untuk dimanfaatkan sebagai bahan produksi tusuk sate yang menjanjikan,” kata Abdul Basid, Sabtu (11/11/2017). Menurut Basid yang merupakan Alumni Unmul Samarida menyebutkan, produksi tusuk sate dari bambu menggunakan satu buah mesin dengan dua fungsi sekaligus yakni proses pembulatan dan pembelahan bambu menjadi tusuk sate. Produksinya sendiri sudah berjalan 1,5 bulan dengan menghasilkan ribuan tusuk sate bernilai ekonomis.  

“Insya Allah kedepannya, tidak hanya tusuk sate yang kita produksi, melainkan akan dikembangkan dengan membuat kerajinan lainnya seperti gelas dari ruas bambu. Ini masih kita upayakan karna setidaknya kerajinan ini masih membutuhkan peralatan seperti mesin bubut,” ujarnya.

Sebagai pengusaha muda, Basid juga berbagi motivasi kepada pemuda lainnya yang ada di Kota Bangun untuk tidak takut terjun berwirausaha, melainkan berani mencoba, berani berinovasi, dan berani memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitar yang akan membawa manfaat bagi masyarakat luas terutama dalam peningkatan ekonomi kerakyatan.

“Untuk teman-teman muda, jangan takut terjun didunia usaha, jangan takut diketawain, jangan takut dicemoohin orang, dan jangan takut untuk memulai. Mari kita manfaatkan potensi lokal yang melimpah ini sebagai bagian dari  pengembangan wirausaha kerakyatan,” kata Basid semangat. Diketahui, tusuk sate yang diproduksi di Kota Bangun Ulu RT 01 Kecamatan Kota Bangun, mulai dibanjiri pesanan. Bahkan bagi masyarakat sekitar yang ingin memesan tusuk sate disedikan fasilitas antar sampai tujuan, minimal pemesanan 20 ikat dalam satu ikatnya terdapat 1000 tusuk sate. (Margini S Prasetya/Medsi01)

Terkait