img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Pemerintah Kukar Lakukan Kesepakatan bersama Penggunaan Aplikasi SP2D Online

date_range 06 November 2017 | Oleh : Medsi02
Pemerintah Kukar Lakukan Kesepakatan  bersama Penggunaan Aplikasi SP2D Online

FOTO Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar H Marli saat melakukan penandatangan kesepakatan bersama pelaksanaan SP2D Online disaksikan oelh Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak (jpg)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kaltim dan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur tentang Pengembangan dan Penggunaan Aplikasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online Dalam Rangka Implementasi Transaksi Non Tunai di Hotel  Grand Tjokro Balikpapan.

Adapun dari Pemerintah Kukar diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar H Marli, sedangkan dari BPKP Provinsi Kaltim oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kaltim Adil Hamonangan Pangihutan dan dari PT Bank Pembangunan Daerah Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Zainuddin Fanani.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan Soft Lounching SP2D Online yang terintegrasi dengan SIMDA Keuangan oleh Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kaltim Adil Hamonangan Pangihutanmengatakan koneksi aplikasi SIMDA Keuangan dan aplikasi KASDA Online Bank memiliki manfaat yang sangat besar dibanding pengelolaan secara manual yaitu proses pencairan SP2D menjadi lebih cepat, karena tidak menunggu bendahara pengeluaran atau pihak ketiga membawa SP2D ke Bank untuk proses pencairan SP2D, koneksi aplikasi tersebut juga menghindari kesalahan pemindahanbukuan, baik penerima maupun nilainya.

“Karena data-data dalam SP2D tidak dinput ulang pada aplikasi Kasda Online,” ujar Adil Hamonangan Pangihutan.

Sementara itu Sekda Kukar H Marli mengatakan AplikasiSP2D Online tersebut mengarah pada transparasi keterbukaan dalam pengelolaan keuangan daerah, selain percepatan proses pencairan keuangan. Selama ini menurut Marli pengajuan proses SP2D yang dilakukan secara manual tersebut dirasakannya sangat lambat dan lama, karena harus melalui tahapan yang cukup panjang, belum lagi harus melewati proses dari meja ke meja yang bisa saja pejabatnya tidak ada ditempat. Jika menggunakan SP2D Online dalam pengajuannya tidak ada istilah tunggu menunggu, sehingga tidak ada hambatan lagi, dan tentu prosesnya lebih cepat.

“Untuk Kukar sendiri kerjasama penggunaan Aplikasi SP2D Online tersebut merupakan sebuah terobosan yang baik, karena sudah kita ketahui bersama dibulan-bulan tertentu proses pengajuan SP2D bisa padat sekali, jika dilakukan secara manual dengan SDM yang terbatas tentu banyak hambatan, namun jika menggunakan aplikasi online tidak akan ada hambatan lagi baik dari segi jumlah personel, besaran uang, maupun waktu,” kata Marli lagi

Terkait