img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Mahasiswa Unmul Belajar Budidaya Cacing Tanah di Anggana

date_range 06 Oktober 2017 | Oleh : Medsi01
Mahasiswa Unmul Belajar Budidaya Cacing Tanah di Anggana

FOTO Suasana pelatihan budidaya cacing di Anggana (jpg)

TENGGARONG –Untuk menambah wawasan berwirausaha budidaya cacing, puluhan Mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda mendatangi Balai Benih Cacing Tanah di Kecamatan Anggana Kutai Kartanegara (Kukar), untuk belajar budidaya cacing tanah di Pendopo Pertanian Kutai Lama Dalam RT 10 Kecamatan Anggana, Rabu, (4/10/2017). Dalam Pelatihan itu, peserta tidak hanyak diberi materi teoritis saja, melainkan peserta turut melakukan praktek, sehingga peserta lebih faham dan dapat menternakkan cacing dengan baik dan benar. 

Selain praktek juga dikenalkan macam-macam jenis cacing, media cacing dan cara panen serta cara memisahkan telur dari induknya. Camat Anggana Hj. Norhairi mengapresiasi atas semangat para mahasiswa yang datang ke Anggana untuk belajar budidaya cacing. “Budidaya cacing tanah ini sangat prospektif, hanya saja pengetahuan warga akan prospek dan pembudidayaannya masih sangat minim karena itu saya berharap kepada adik-adik mahasiswa dan warga hendaknya betul-betul mengikuti kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu Sodin narasumber yang didatangkan dari Semarang menjelaskan, cacing tersebut dikenal memiliki banyak keunggulannya, diantaranya adalah ketahanan tubuh yang sangat luar biasa. Selain itu, perawatan cacing juga cukup mudah, dalam perawatan beberapa kolam cacing, tidak membutuhkan tenaga yang banyak, cukup satu orang untuk mengelola dan merawat puluhan kolam cacing, pakan cacing pun juga tergolong mudah, sisa atau limbah makanan dari rumah tangga bisa dijadikan pakan cacing, selain itu, ampas tahu, sayuran busuk bisa dijadikan pakan cacing juga

“Enaknya berternak cacing, cacing tidak tergantung pada pemberian makan. Bahkan, untuk pemberian makan yang tidak rutin pun tidak masalah, pengembangbiakan cacing tergolong super cepat dengan masa panen untuk cacing jenis Lumbricus rubellus hanya membutuhkan waktu 40 hari,” ujarnya.

Sodin juga memberikan tips, untuk mencampur tanah dimedia budidaya cacing, yaitu tanah yang diambil di pinggir sungai. Setelah media siap, indukan cacing pun siap ditebar secara merata. “Usahakan media jangan terlalu basah dan terlalu kering. Jika kering, media cacing bisa disemprot air secara merata dan tidak berlebihan,” katanya. Namun demikian kata Sodin budidaya cacing juga punya kendala utama yaitu serangan semut dan tikus. Selain dua binatang tersebut perlu diwaspadai juga hewan predator cacing seperti katak dan kadal,  namun serangan semut dan tikus ini biasanya terjadi hanya di bulan-bulan awal budidaya.“Solusinya adalah dengan menjaga kebersihan sekitar kolam. Setiap siang atau sore sisi-sisi luar kandang bisa disemprot air agar tetap bersih dan bebas semut,”tambahnya.

lebih lanjut dikatakannya, budidaya cacing bisa dilakukan di daerah manapun. Kelebihan yang dimiliki cacing, cacing bisa hidup subur dan menyukai habitat yang lembab. “Cacing ini juga bisa menjadi industri farmasi cacing sebagai bahan obat dan bahan kosmetik. Selain itu cacing sebagai bahan pakan segar ternak ikan,” jelasnya.(Margini S Prasetya/Medsi01)

Terkait

BERITA Lainnya