img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Kukar Kota ke Tiga Persinggahan KPN 2017

date_range 02 Oktober 2017 | Oleh : Medsi06
Kukar Kota ke Tiga Persinggahan KPN 2017

FOTO Wabup Edi Damansyah menandatangani bendera KPN 2017.

TENGGARONG –Setelah memulai perjalanannya pertama kali dari Miangas Sulawesi Utara, sebanyak 36 peserta dari 72 peserta inti Kirab Pemuda Nusantara 2017 (KPN 2017), sampai di Kota Tenggarong. Rombongan disambut oleh Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah, ditandai dengan penandatanganan bendera KPN 2017 oleh pemuda Kabupaten Kukar disaksikan Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah, Sekda Kukar H Marli, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kaltim Fahroedin Japrie, Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Mulyadi Adnan, di Halaman Kantor Bupati,  Minggu (1/10/2017).
 
Kota Tenggarong sendiri merupakan kota ketiga setelah Bulungan yang menjadi kunjungan KPN 2017. Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Mulyadi Adnan mengatakan KPN 2017 merupakan titik awal kebangkitan pemuda Indonesia ke II setelah kebangkitan pemuda Indonesia ke I pada tahun 1928. ”Kebangkitan pemuda Indonesia ke II ditandai dengan revolusi pemuda Indonesia pada ekonomi berbasis digital, untuk itu sangat perlu  memupuk rasa kebhinekaan kita semua, khususnya pemuda-pemudi bersatu tanpa melihat ras, suku, dan golongan,”ucapnya.
 
Ia menjelaskan KPN 2017 memiliki tugas utama berbaur dan menunjukkan bahwa perbedaan yang ada di tanah air dapat menjadi satu dalam wadah negara Indonesia. Kirab Pemuda Nusantara 2017 diikuti 72 peserta inti yang telah lolos seleksi. “Mereka terdiri dari 34 pria dan 34 wanita dari 34 provinsi --masing-masing provinsi diwakili 1 pria dan 1 wanita, ditambah 4 orang dari pemuda perwakilan organisasi kepemudaan keagamaan,”jelasnya.

Ditambahkannya KPN 2017 dibagi ke dalam 2 zona yakni: Zona 1 yang bergerak dari Miangas, menuju Sabang (Nangroe Aceh Darussalam), menyusuri kabupaten/kota yang ada di wilayah barat, serta Zona 2 yang bergerak dari Rote Ndao (Nusa Tenggara Timur) menuju Merauke dan kabupaten/kota yang ada di wilayah timur Indonesia. Kedua grup itu akan berkumpul di tempat finis di kota Blitar, Jawa Timur. Perjalanan Kirab KPN 2017 dilakukan dengan berjalan kaki, mengendarai kendaraan angkutan darat, mengarungi lautan menggunakan angkutan laut, dan pesawat udara. Kombinasi penggunaan  alat transportasi disesuaikan dengan kondisi geografis  dan  ketersediaan waktu.

lebih lanjut dikatakannya  kegiatan-kegiatan yang akan berlangsung di setiap daerah pada saat pelaksanaan kirab selama 4 hari, antara lain konsolidasi dan deklarasi pemuda untuk NKRI, napak tilas kebhinekaan, pawai seni dan budaya pemuda, festival dan kompetisi film pendek pemuda, festival dan kompetisi band indie pemuda, pameran kreativitas pemuda, pagelaran kreasi busana muslimah pemuda, talkshow, workshop dan seminar, temu komunitas pemuda kreatif, bakti sosial lingkungan pemuda, pemuda membaca kitab suci, olahraga rekreasi bersama pemuda dan color nite run. “Semoga terjadi pertukaran informasi seputar adat istiadat, budaya, agama, yang ada masing-masing daerah. Baik antara peserta dengan peserta, dan antara peserta dengan masyarakat di daerah-daerah yang disinggahi,” ujar Mulyadi Adnan.
 
Sementara itu, Wabup Kukar Edi Damansyah menyambut baik dengan datangnya KPN 2017 ke Kukar. “Apa yang kita lakukan hari ini saya pandang sebagai wujud nyata para pemuda Indonesia dalam menumbuhkan dan menguatkan jati dirinya, inovasi dan kreativitanya dalam menjaga persatuan dan kesatuan, dalam bingkai bhineka tunggal ika negara kesatuan Republik Indonesia,”katanya. Ia menganggap kegiatan seperti KPN 2017 sangat perlu, mengingat kondisi bernegara saat ini, yang semakin kurang rasa cinta tanah air dan kurangnya cinta budaya sendiri,  namun gandrung kebudaya asing, serta kurang memahami geografi dan geopolitik NKRI.
 
” Kehidupan ditanah air yang begitu luas wilayahnya, beragam suku dan budayanya, sulit meraih kebaikan dan kebahagiaan hidup bersama tanpa adanya titik temu yaitu  NKRI Indonesia, dengan landasan nilai kebersamaan yang terkandung dalam Pancasila, merupakan perpaduan dari keragaman keyakinan, paham dan harapan yang berkembang dinegeri ini,”ungkapnya. Edi berharap dengan adanya KPN 2017 bisa memberikan manfaat yang nyata bagi pemuda Indonesia, utamanya pemuda Kabupaten Kukar, agar terus berkembang dengan cerdas, kreatif dan inovatif  dalam menjaga NKRI.
 
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kaltim Fahroedin Japrie Fahroedin Japrie juga menaruh harapan besar kepada para peserta KPN 2017. ”Semoga dengan adanya KPN 2017 ini bisa memberikan warna tersendiri dalam pembinaan generasi muda, yang akan melahirkan generasi muda bangsa yang berkualitas dan berprestasi, agar kebhinekaan dapat terjaga dengan baik,”ujarnya.(Rusmala Dewi-Medsi06)

Terkait