img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Rita Resmikan Program Parikesit Wow RSUD AM Parikesit

date_range 18 September 2017 | Oleh : Medsi 03
Rita Resmikan Program Parikesit Wow RSUD AM Parikesit

FOTO Bupati Kukar Rita Widyasari Ph.d saat mengunjungi pasien untuk mengetagui apakah fasilitas layanan RSUD. AM. Parikesit sudah baik.

TENGGARONG -Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari Ph.d resmikan  program Parikesit Wow di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM. Parikesit Tenggarong Seberang, Sabtu (16/9/2017). Program Parikesit Wow tersebut terdiri dari  pelayanan Haemodialisa, Wisma Transit, pelayanan ibu bersalin paripurna di Parikesit Mother Care, SiPULAN, SimPEG MyData, serta Parikesit One Stop Service. Direktur RSUD AM. Parikesit Dr Martina Yulia  mengatakan sejak tanggal 12 September 2017 RSUD AM Parikesit telah melakukan pelayanan hemodialisa. Unit HD ini memang harus hadir di RSUD AM Parikesit mengingat semakin banyaknya masyarakat Kukar yang membutuhkan pelayanan mesin cuci darah karena penyakit ginjal terminal yang dideritanya.
 
“Sampai saat ini terdata sekitar 40 orang masyarakat  Kukar  yang membutuhkan pelayanan cuci darah,” kata Dr Martina Yulia. Selain itu, RSUD AM. Parikesit juga  menyiapkan Wisma Transit yang diperuntukkan bagi keluarga pasien yang sedang dirawat, wisma  ini bisa dipakai gratis bagi masyarakat Kukar atau keluarga pasien yang berasal dari luar Tenggarong. Dengan kehadiran Wisma Transit tersebut diharapkan akan mempermudah akses pelayanan rujukan mengingat RSUD AM Parikesit merupakan salah satu rumah sakit rujukan regional Kaltim.
 
“Wisma Transit diharapkan dapat mengurangi angka kecacatan dan kematian, karena seringkali pasien dari kecamatan-kecamatan yang jauh tidak mau dirujuk, meskipun pemerintah telah menjamin berobat gratis melalui BPJS, namun pasien masih harus menyediakan biaya lain terkait akomodasi di RS tempat rujukan, karena tidak memiliki rumah dan keluarga di Tenggarong” imbuhnya. RSUD AM Parikesit juga menghadirkan pula pelayanan ibu bersalin paripurna di Parikesit Mother Care. Di layanan terbaru RSUD ini,  ibu bersalin dapat terlayani dengan dengan nyaman dan terintegrasi. Parikesit mother care hadir sebagai perwujudan dari niat RSUD AM Parikesit untuk berkontribusi terhadap upaya penurunan angka kematian ibu di Kukar. Pelayanan ini memberikan kenyamanan bagi ibu bersalin, bayi dan keluarga.
 
Di Parikesit Mother Care tersedia  konseling menyusui serta edukasi bagi ibu dalam merawat bayinya dan dirinya sendiri selama masa nifas. Disamping itu terdapat pijat bayi serta penyediaan surat keterangan lahir dari RS, serta akte kelahiran segera setelah bayi lahir. ” Ibu-ibu yang telah bersalinpun akan dimanjakan dengan layanan lain seperti creambath ketika akan meninggalkan RS dan penjemputan di rumah bagi ibu yang akan melahirkan secara terencana”ungkap Dr.Yuli.
 
Bupati Kukar  Rita Widyasari Ph,d pada kesempatan itu memberikan  penghargaan kepada jajaran RSUD AM Parikesit yang telah berupaya keras untuk mewujudkan keberadaan pelayanan Haemodialisa yang sangat dibutuhkan di Kukar. “Dengan adanya pelayanan Haemodialisa diharapkan  masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke Samarinda. Dengan demikian  kualitas hidup serta harapan hidup penederita gagal ginjal terminal di Kukar dan sekitarnya menjadi lebih baik. Saya berharap dengan bertambahnya fasilitas layanan maka kemampuan dan mutu pelayanan semakin meningkat” imbuhnya.
 
Ia juga sangat senang dengan berdirinya Wisma Transit bagi keluarga pasien yang berasal dari seluruh penjuru Kukar, bahkan dari luar Kukar. Keberadaan Wisma Transit tersebut menurutnya akan sangat bermanfaat sebagi tempat menunggu keluarga pasien. Rita juga meminta manajemen untuk tetap memperhatikan dan memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat  miskin, kelompok yang renta seperti ibu hamil, bayi, dan lansia. “Saat ini terjadi kasus yang sangat menampar dunia kesehatan, untuk itu saya tidak ingin mendengar ada rumah sakit di Kukar yang menolak atau menelantarkan pasien”ujar Rita.
 
Rita juga meminta kepada seluruh jajaran kesehatan untuk bisa memberikan pelayanan yang prima kepada pasien. “Apapun kelas perawatannya maka komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik harus dilakukan. Jangan pernah menolak pasien hanya dikarenakan tak bisa membayar uang muka (uang Jaminan) karena hal itu bisa dibicarakan belakangan tetapi yang harus didahulukan adalah kondisi pasie” Tegas Rita. (Yuliati-Medsi 03)

Terkait