img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Kuliah Perdana ISBI Lakukan Pentas Pembelajaran

date_range 11 September 2017 | Oleh : Humas Kukar
Kuliah Perdana ISBI Lakukan Pentas Pembelajaran

FOTO Rektor 1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta Prof. Dr. I. Wayan Dana memberikan cendramata kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hj Meiliana, Sekretaris Kabupaten Kutai Kartanegara H. Marli dan Plt. Dinas Pendidikan Hifsi G.Fachrannas pada Selasa (5/9) di Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong pada acara Kuliah perdana Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur.

TENGGARONG  -Pameran, penayangan, dan pergelaran seni dalam rangka kuliah perdana program studi diluar domisili (PDD) program kemitraan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur dalam hal ini Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim  dengan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.  Kuliah perdana tersebut dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kaltim Hj Meiliana di Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong, Selasa (5/9/2017).
 
Turut hadir Sekretaris Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H. Marli dan Plt. Kepala Dinas Pendidikan  Kukar Hifsi G.Fachrannas. Selain kegiatan kuliah umum, kegiatan  yang mengusung tema Seni Sebagai Ekspresi Pluralitas dan Perdamainan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan anak-anak ISBI Kaltim sebagai pentas pembelajaran. Sekda Kukar  H. Marli  mengatakan Kukar patut bersyukur dan bangga atas berdirinya ISBI Kalimantan Timur dengan mekanisme Program Studi di Luar Domisili (PDD). Kebijakan Gubernur Kaltim yang menunjuk lokasi pendirian Kampus ISBI Kaltim di Tenggarong Kukar dengandasar bahwa Tenggarong merupakan Kota Budaya yang memiliki kerajaan tertua di Indonesia dan belum berdirinya perguruan tinggi negeri diKabupaten Kukar,  merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah provinsi dalam bidang pendidikan.
 
Pendirian ISBI setidaknya memiliki tiga peran penting, yaitu menjaga dan merawat warisan budaya,  melakukan kreasi produk seni budaya menuju terciptanya produk seni budaya yang kreatif dan inovatif, dan memperkuat hubungan antar anak bangs, “ kata Marli. Lebih lanjut dikatakannya keberadaan ISBI Kaltim sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui visi misi Gerbang Raja, khususnya program pengembangan pariwisata yang berbasis potensi alam, sejarah, dan budaya yang didukung oleh semangat pengembangan ekonomi kreatif menuju industri pariwisata.
 
“Melalui Institut ini, saya berharap akan lahir intelektual-intelektual muda yang akan menjadi aset berharga bagi pengembangan sumber daya manusia di Kutai Kartanegara,” Harap Marli. Sementara itu, Hj Meiliana mengatakan bahwa keberadaan ISBI Kaltim sangat penting dalam rangka menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Kaltim. 
 
“Sudah Seharusnya ada perguruan tinggi yang turut bertanggung jawab menjaga, memelihara, dan mengembangkan seni budaya Kalimantan Timur, “ungkap Hj Meiliana. Ia juga berharap hasil karya dari mahasiswa ISBI yang telah dipamerkan bisa bermanfaat dan bernilai ekonomis tinggi. “Saat saya masuk gedung PKM ini banyak sekali hasil karya mahasiswa yang memiliki nilai jual tinggi bila dipasarkan dengan baik,” ungkapnya mengakhiri. (Yuliati-medsi03)

Terkait