img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

RSUD Abadi Perlu Mantapkan Manajemen Risiko

date_range 07 Juli 2017 | Oleh : Medsi01
RSUD Abadi Perlu Mantapkan Manajemen Risiko

FOTO Ketua Tim Survei Akreditasi dr Laurens saat mempresentasikan hasil survei di RSUD Abadi Samboja Kukar.

TENGGARONG –Ketua Tim Surveior Akreditasi Rumah Sakit versi 2012 Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dr. Laurens menjelaskan dari hasil survey penilaian selama tiga hari secara umum masih perlu ada peningkatan seperti implementasi standar akreditasi, pelayanan secara kolaboratif serta pemantapan manajemen risiko. “Secara umum perlu ditingkatkan implementasi standar akreditasi, pemahaman tentang patient centered care dgn asuhan pasien terintegrasi, pelayanan secara kolaboratif, pemahaman implementasi MPO, khusus LASA dan High Alert, PPI dan PMKP di seluruh unit pelayanan, manajemen resiko, edukasi kolaboratif hingga sosialisasi seluruh kebijakan dan proses evaluasi,” kata dr. Laurens, Kamis (6/7/2017).

Menurut Lauaren, RSUD Abadi terletak sangat strategis di Samboja walaupun usia masih muda, sudah dikenal dan diminati masyarakat. Tentunya sebagai RS Type C Plus yang melayani seluruh lapisan masyarakat. “Saya melihat bagunan fisik dan peralatan cukup, landscapenya indah dan asri dan yang terpenting adalah semangat untuk akreditasi dengan target Paripurna serta perhatian pemerintah mendukung sepenuhnya,” ujarnya.
 

Dari gambaran umum itu juga disebutkan Lauren bahwa
RS Abadi memiliki kekuatan dimana direksi dan jajarannya berkomitmen memajukan pelayanan rumah sakit. Kemudian status BLUD dan dukungan Pemkab Kukar secara paripurna, ditambah dengan kualitas dan kemampuan SDM mendukung motivasi kerja penuh semangat, solid serta berkemampuan untuk “continous improvement”.

“Saya melihat rs Abadi ini memiliki komitmen yang kuat memajukan pelayanan rumah sakit. Ini luar biasa dan karyawannya ternayata dari Tenaga Harian Lepas (THL) yang melebihi kemampuan dari manajerial sebuah rumah sakit,” kata Lauren disambut meriah ratusan jajaran
RSAbadi Samboja.

Dijelaskan mekanisme keputusan hasil survey dengan kreteria lulus yakni, akreditasi tingkat dasar ada 4 (empat) bap masing-masing dengan nilai 80 persenm 11 (sebelas) bap lainnya masing-masing minimal nilainya diatas 20 persen. Akreditasi Tingkat Madya yakni 8 (delapan) bap dengan nilai 80 persen dan 7 (tujuh
) bab lainnya minimal diatas 20 persen. “Kurang dari 20 persen dikategorikan batas lulus bab sisa, lebih 60 persen batas remedial bap dan lebih 80 persen batas lulus bap dan 100 persen,” ujarnya.
 

Ditambahkan Lauren laporan scoring-fakta analisis-rekomendasi dari tim surveior divalidasi oleh kelompok penila (concelor) yang ditunjuk Ketua Kars untuk setiap rs  yang telah disurvei secara anonim. 
“Jadi ada dua kretaria kelompok penilai yakni status akreditasi lulus/tidak lulus, dan pelaksanaan hak rs memperbaiki tingkatan capaikan, setelah itu barulah Ketua Kars menerbitkan sertifikat,” jelas Lauren.
 

Sementara itu Direktur RSUD Abadi Samboja drg Musafirah Akil Ali sangat berharap dari proses akreditasi bisa membangun pola pikir dan merubah budaya kerja yang ada di
RS Abadi Samboja. “Mudah-mudahan hasilnya memuaskan, terlebih penting lagi meningkatkan mutu terhadap pelayanan kepada masyarakat,” katanya. Diakui Musafirah selama akreditasi banyak kekurangan yang dimiliki  baik sarana prasarana, sdm dan beberapa kurangnya komitmen dan sosialisasi sehingga inplementasi dilapangan belum maksimal. “Terlepas dari semua itu, kami terus berupaya dan berusaha meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya. (Margini S Prasetya/Medsi01). 

Terkait