img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Rita Terima Penghargaan Inspirator Pembangunan Daerah

date_range 19 Juni 2017 | Oleh : Medsi06
Rita Terima Penghargaan Inspirator Pembangunan Daerah

FOTO Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan penghargaan inspirator pembangunan daerah kepada Bupati Kukar Rita Widyasari.

JAKARTA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Inspirator Pembangunan Daerah dari Pusat Kajian Keuangan Negara (Pusaka Negara). Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Hotel Redtop Jakarta, Kamis (15/6/17). Penghargaan yang diberikan bertepatan dengan momen 21 tahun pelaksanaan Otonomi Daerah (OTDA).
 
Selain Bupati Kukar masih ada 20 kepala daerah yang menerima penghargaan, karena dianggap mampu menjadi inspirator pembangunan daerah, yaitu  kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Sulawesi Tengah, selanjutnya diserahkan kepada Walikota Bitung, Mataram, Palu dan Surabaya dan 11 bupati yaitu Kabupaten Banggai, Bantaeng, Buol, Gianyar, Lombok Barat, Lombok Tengah, Morowali, Sidoarjo, Tabanan, dan Tanah Bumbu.
 
Rita mendapatkan penghargaan tersebut atas inovasinya dalam hal menjalankan prinsip Mpekat Keroan Kampong (membahas bersama–sama), yaitu dirinya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun  ke desa-desa dan kecamatan-kecamatan,  untuk melihat dan mendengar apa dibutuhkan oleh masyarakat, kemudian dianggarkan. “Dengan dana yang tidak banyak dan wilayah cukup luas,  kami lebih selektif  lagi menetapkan program pembangunan, mana daerah yang masuk skla prioritas pembangunan dan mana yang bisa ditunda,” ujar Rita.
 
Dalam kepemimpinanya ia juga melakukan  Inovasi dan Revitalisasi Wilayah Tambak,  dan Galian Menjadi Lahan Produktif Dan Berhasil Mewujudkan Kukar Sebagai Lumbung Padi Di Kaltim. Usai menerima penghargaan Rita mengungkapkan rasa senangnya bisa mendapatkan pengahargaan dengan harapan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk bisa mengembangkan dan membangun daerahnya lebih baik lagi. Menurutnya masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan dalam hal pembangunan di Kabupaten Kukar.
 
Dulu Kukar sangat tergantung dengan sumber daya alam (SDA) yang tidak terbarukan, namun saat ini Kukar mulai berubah dengan mencari sumber pendapatan lain yang dapat diperbaharui yaitu kepariwisataan dan pertanian dalam arti luas. Ia berharap Kabupaten Kukar melalui program  pertanian dalam arti luasnya dapat menjadi daerahnya tidak saja sebagai sentra produksi padi, namun juga dapat meningkatkan peternakan, perikanan, perkebunan, dan lainnya. “Saya telah membuat kawasan–kawasan khusus pertanian yang tidak boleh dialih fungsikan menjadi pertambangan, sehingga sekarang ini Kukar bisa menjadi lumbung padi di Kaltim,”ujarnya. (Rusmala Dewi-Medsi06)

Terkait

BERITA Lainnya