img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Kukar Peroleh 37 Ribu Polybag Cabe Dari Kementan RI

date_range 19 Mei 2017 | Oleh : medsi01
Kukar Peroleh 37 Ribu Polybag Cabe Dari Kementan RI

FOTO Kadis Pertan Kukar Sumarlan menyerahkan bibit cabe polybag kepada Ketua Forum Kukar Sehat Abrianto Amin belum lama ini. (Foto: Istimewa)

TENGGARONG  -Dalam rangka mengatasi gejolak produksi dan harga cabe yang semakin tinggi, Kementerian Pertanian (Kementan) RI melakukan pencanangan 10 juta Polybag Cabe diseluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat kucuran dana melalui APBN dengan mengalokasikan pengembangan cabe 40 ha dengan penanaman polybag 37 ribu. Pengembangan polybag di Kukar secara simbolis telah dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kukar Marlan kepada Forum Kabupaten Sehat sebanyak 3000 bibit cabe beserta polybag di Tenggarong, Senin (15/5/2017).
 
"Mengawali pengembangan polybag bibit cabe, diawali dengan penyerahan 3000 bibit cabe kepada Forum Kabupaten Sehat yang selanjutnya dibagikan kepada masyarakat di Kecamatan Tenggarong,” katanya. Menurut Marlan, bibit cabe yang diserahkan jenis Dewata dimana masa pertumbuhannya pendek dan satu lagi jenis biasa, dimana pertumbuhannya lebih tinggi, namun rasa cabenya sama-sama  sangat pedas. 
 
"Tujuannya adalah mengembangkan tanaman cabe, dalam upaya menekan tingginya harga cabe saat ini. Jika ini bisa diatasi oleh masing-masing rumah tangga terutama di perkotaan maka ini bisa mengurangi salah satu dampak inflasi,” ujarnya. Marlan juga juga berharap pengembangan cabe Polybag atau sistem pot ini bisa dikembangkan khususnya didaerah-daerah rawan banjir dan pesisir yang tidak bisa menanam di lahan dengan sistem polybag. Ini sudah terbukti terutama untuk kebutuhan rumah tangga sehingga membentuk ketahanan pangan masing-masing keluarga terutama dalam hal memenuhi kebutuhan cabe. 
 
"Secara bertahap kita akan terus kembangkan dan berkerjasama dengan PKK, Dharma Wanita, dan organisasi kemasyarakatan lainnya dan itu sudah kita alokasikan," kata Marlan. Dijelaskan Marlan, jika menjelang bulan Ramadan harga cabe di pasar masih normal. "Saya juga sudah membentuk tim pengendalian harga pangan bersama lintas sektor memantaunya, sehingga dapat meredam gejolak harga, mudah-mudahan tidak ada spekulan yang bermain disana,” jelas Marlan.
 
Sementara itu Ketua Forum Kabupaten Sehat Abrianto berharap ini menjadi motivasi bagi masyarakat yang cenderung lebih bisa memanfaatkan lahan-lahan atau pekarangan kosong yang ada disekitar rumah. "Cabe ini hanya awalnya, harapannya nanti bisa ada tanaman seperti tomat, terong dan lainnya mengisi perkarangan rumah masyarakat yang kosong,” ujarnya. Diungkapkan Abri, cabe ini akan didistribusikan ke wilayah Kecamatan Tenggarong tepatnya di Desa Rapak Lambur, Bendang Raya dan beberapa sekolah yang sudah terdaftar untuk menerima cabe ini. Sementara untuk pengawasan perkembangannya akan diserahkan kepada Forum Koordinasi Kecamatan Tenggarong.
 
"Beberapa Kecamatan seperti Sangasanga, Muara Badak dan Kota Bangun sudah menyiapkan lahan untuk mendukung dan memicu program lainnya. Pencanangan 10 juta polybag cabe ini juga masuk dalam 9 tatanan Forum Kabupaten Sehat Kutai Kartanegara yaitu masyarakat sehat mandiri dan kehidupan sosial yang mandiri," ujarnya lagi (medsi01)

Terkait

BERITA Lainnya