Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Jelang Ramadhan, Polres dan Pemkab Bentuk Satgas Pengendalian Pangan

date_range 12 Mei 2017 | Oleh : medsi01
Jelang Ramadhan, Polres dan Pemkab Bentuk Satgas Pengendalian Pangan

FOTO Rakor :Asisten II Setkab Kukar H Sukrawardi saat menghadiri Rakor pembentukan satgas pengendalian harga sembako dipimpin Wakil Kapolres Kukar Kompol Andre Anas.

TENGGARONG -Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1438 Hijriah, Polres bersama Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rakor Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Sembako, di Polres Kukar Kukar,  Rabu (10/5/2017). Rakor dibuka Waka Polres Kukar Kompol Andre Anas, dihadiri Asisten II Setkab Kukar H Sukrawardy, Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) H Surip S, serta Organisasi Perangat Daerah (OPD) terkait serta jajaran Polres Kukar lainnya.
 
Dikatakan Kompol Andre Anas, tujuan dari rakor adalah mengantisipasi pengendalian harga sembako menjelang ramadhan dan hari raya melalui pembentukan satgas bersama pemkab Kukar.  "Di Tenggarong sudah disinyalir sembako mulai naik. Inilah yang membuat saya heran, dan jangan sampai ada permainan, kasihan masyarakat," kata Andre. Bahkan jelas Andre, dari data yang dihimpun Intel Polres Kukar kebutuhan pokok sudah mengalami kenaikan.
 
"Walau ada ungkapan mau naik berapapun asal ada barangnya, itu bagi orang yang mampu, sementara warga tidak mampu sedih kita rasakan," ujarnya. Adanya kenaikan, Andre kembali menegaskan jangan sampai kesempatan ini dimanfaatkan orang untuk meraih keuntungan yang tidak wajar. "Melalui satgas ini kita awasi harga kebutuhan pokok, sehingga stok kebutuhan tetap normal dan tidak akan diganggu oleh oknum penimbun,” jelasnya.
 
Sementara itu Asisten II Sukrawardy menyambut baik dan mengapresiasi atas inisiatif yang dilakukan Polres Kukar bersama Pemkab Kukar dalam mengantisipasi kenaikan harga sembako menjelang ramadhan dan hari raya. "Pembentukan satgas ini sangat penting, dan segera akan ditindaklanjuti dengan membuat Surat Keputusan (SK) dari Bupati Kukar," katanya.
 
Ditambahkan Sukrawardy Pemkab juga telah melakukan agenda rutin yakni operasi pasar di setiap kecamatan untuk mengantisipasi adanya bahan makanan yang dicurigai mengandung formalin atau kadaluarsa "Alhamdulillah, dari hasil operasi itu sudah tidak ditemukan lagi bahan makanan berbahaya maupun kadaluarsa. Kendati demikian kita harus tetap waspada dan memberikan perlindungan kepada masyarakat," jelasnya. (medsi01)

BERITA Lainnya