img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

HIMPAUDI Gelar Diklat Manajemen Lembaga PAUD

date_range 12 Mei 2017 | Oleh : medsi01
HIMPAUDI Gelar Diklat Manajemen Lembaga PAUD

FOTO Diklat :Suasana Penutupan Diklat manajemen pengelolaan dan kepemimpinan lembaga Paud di Kampus SKB Tenggarong.

TENGGARONG –Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Diklat Manajemen Pengelolaan dan Kepemimpinan Lembaga Paud, berlangsung selama 4 hari di Aula Kampus SKB Tenggarong dan resmi ditutup oleh Kepala UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tenggarong Bukhori, Senin (1/5/2017) lalu. Ketua Himpaudi Kukar Hermawati Puspitasari, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut dilaksakan secara swadana peserta, walau demikian antusias para pengelola lembaga Paud di Kukar sangat luar biasa.
 
“Sebanyak 40 orang peserta dari 18 kecamatan antusias mengikuti pelatihan manajemen pengelolaan dan kepemimpinan lembaga Paud yang dibimbing langsung para praktisi Himpaudi dari Jakarta,” katanya.
Menurut Hermawati, pendidikan anak usia dini merupakan sebuah program yang sangat strategis bagi negara untuk dapat menciptakan insan yang cerdas Iman dan cerdas akal. Sehingga pentingnya pemerataan layanan pemerintah dalam mencanangkan program satu desa satu PAUD.
 
“Saat ini Kukar turut dalam program satu desa satu PAUD sebagai perluasan pendidikan di 18 kecamatan, namun tidak semua lembaga mampu mengimbangi maksud dan tujuan dari pemerintah sehingga perlu pemahaman yang mendalam bagi semua pengelola lembaga PAUD,” katanya. Sementara itu Kepala Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) SKB Tenggarong Bukhori, S.Pd mengapresiasi atas pelaksanaan diklat manajemen pengelolaan dan kepemimpinan lembaga PAUD. “Saya berharap setelah pelatihan ini bisa melakukan apa yang sudah diberikan oleh para instruktur terutama dalam peningkatan mutu manajemen lembaga PAUD di masing-masing kecamatan,” katanya.
 
Ditambahkan Bukhori untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam membangun kepemimpinan yang efektif dan akuntabel, dan sesuai dengan konsep pembelajaran orang dewasa diarahkan untuk mencapai 4 (empat) kompetensi. Pertama kompetensi afektif, yaitu kompetensi untuk mengembangkan empati dan sensitif terhadap pandangan pendapat orang lain dan mampu mengelola ketidaksepahaman secara konstruktif.
Kedua adalah kompetensi persepsi, yaitu kompetensi untuk mengidentifikasikan permasalahan secara tepat, kemampuan untuk mengumpulkan, mengorganisasi, dan menterjemahkan informasi serta mempertimbangkan berbagai perspektif. Ketiga adalah kompetensi simbolik, yaitu kompetensi berdasarkan konseptualisasi abstrak, yaitu kemampuan membangun model-model secara konseptual. Empat kompetensi perilaku, yaitu kompetensi berdasarkan karakter dan kualitas perilaku seseorang meliputi kemampuan berkomunikasi, kemampuan memimpin, bekerja dalam tim, kemampuan membuat keputusan yang tepat, berpikir analitis dan beradaptasi.
 
“Sejalan dengan kurikulum Diklatpim dan strategi pembelajaran tersebut diharapkan peserta memiliki kemampuan visioner strategi, proaktif peka terhadap perkembangan pembangunan dan lingkungan. Memiliki kemampuan mengelola kebijakan menghadapi tantangan dan peluang, serta mampu menumbuhkan kreativitas bawahan, mandiri dan mampu merangsang partisipasi masyarakat,”. Jelasnya. (medsi01)

Terkait