img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Pelajar Kagum, Pengelolaan Limbah Sawit Jadi Bio Gas Sumber Energi Listrik

date_range 05 Mei 2017 | Oleh : medsi01
Pelajar Kagum, Pengelolaan Limbah Sawit Jadi Bio Gas Sumber Energi Listrik

FOTO Belajar-Para pelajar antar negara ini mengunjungi pabrik CPO milik PT. Rea Kaltim Plantation di Kecamatan Kembang Janggut.

TENGGARONG -Para pelajar antar negara dari berbagai disiplin ilmu menjajaki pengetahuan tentang pengelolaan perkebunan sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), salah satunya dengan mengunjungi pabrik Crude Palm Oil (CPO) PT. Rea Kaltim Plantation Kecamatan Kembang Janggut, Minggu (30/4/2017).
 
Dilokasi itu, para pelajar yang tergabung dalam Youth Leadership Program 2017 Kedutaan Republik Seychelles, melihat proses penyulingan minyak kelapa sawit hingga pengelolaan limbah pabrik dijadikan Bio Gas sebagai sumber energi listrik bagi penerangan rumah masyarakat sekitar. "Kami sangat senang bisa berbagi pengetahuan bersama pelajar antar negara ini, mereka sangat antusias ingin mengetahui bagaimana proses pabrik kelapa sawit yang menghasilkan CPO, Karnel, Jangkos, Cangkang hingga mengolah limbah pabrik menjadi energi listrik," sambut Gafar selaku Manajemen SC Shot Control Rea Kaltim.
 
Menurut Gafar, pengelolaan perkebunan sawit dimulai dari persiapan lokasi dan pengisian bag, lokasi nursery, penanaman benih, pre nursery, hingga masuk pada pabrik pengolahan buah sawit menjadi minyak. "Semua pengelolaan di pabrik ini sudah memenuhi standar ISO 14001, hingga pengelolaan limbah sawit dijadikan bio gas berteknologi tinggi sebagai sumber energi penerangan masyarakat sekitar," katanya. Sementara itu Kasi Pembinaan dan Gangguan Perkebunan pada Dinas Perkebunan Kukar Samad menjelaskan ada dua bentuk perkebunan rakyat kelapa sawit yaitu usaha perkebunan besar dan perkebunan rakyar. Dimana perkebunan rakyat inti plasma diatur oleh manajemen dan teknologi perusahaan hingga hasil buah kelapa sawit yang ditampung oleh perusahaan.
 
"Minyak kelapa sawit berkontribusi besar bagi penyediaan kebutuhan pangan dunia. Data oil word menyebutkan untuk produksi 4,2 ton minyak sawit mentah dibutuhkan biaya USS250. Sedangkan untuk memproduksi satu ton rapeseed oil dibutuhkan biaya USS375," katanya. Pengelolaan kelapa sawit di Kukar, selain menghasilkan CPO juga limbahnya turut diolah menjadi energi bio gas. Salah satunya pabrik PT Rea Kaltim menjadikan limbah sawit sebagai sumber energi listrik untuk penerangan desa di sekitar perusahaan. "Ini sangat luar biasa, limbah sawit di Rea Kaltim ini tidak ada yang terbuang percuma, melainkan bisa dijadikan teknologi bio gas menjadi energi listrik hingga 7 Mega Watt," ujarnya.
 
Salah satu peserta yang juga fokus dalam bidang penelitian perkebunan sawit yakni Allen Johnny Borlay asal Liberia asal Liberia mengaku senang bisa mendapatkan ilmu di perkebunan sawit hingga proses pengolahaan menjadi minyak. "Saya sangat senang, dan ini sangat bagus proses pengolahan minyak hingga limbahnya dimanfaatkan sebagai sumber energi penerangan rumah warga sekitar," kesannya. (medsi01)

Terkait