Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Sidak Barang Kadaluarsa di Tenggarong Seberang Nihil

date_range 03 Mei 2017 | Oleh : medsi01
Sidak Barang Kadaluarsa di Tenggarong Seberang Nihil

FOTO Kadaluarsa :Tim Gabungan Pemkab Kukar saat melakukan sidak bahan kadaluarsa di sejumlah toko swalayan Tenggarong seberang.

TENGGARONG -Sidak bahan berbahaya atau barang kadaluarsa yang dilakukan tim gabungan dari Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) di Kecamatan Tenggarong seberang tidak menemukan barang yang dikategorikan berbahaya, Kamis (27/4/2017). Tim yang tergabung dalam sidak diantaranya dari Bagian Ekonomi Setkab Kukar, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kaltim, Badan Ketahanan Pangan, Disperindag, Satpol PP, Polres dan tim lainnya yang berjumlah kurang lebih 20 orang.
 
Adapun sasaran tim sidak kali ini melakukan pemeriksaan barang baik masa kadaluarsa habis,atau makanan yang mengandung bahan berbahaya, obat-obatan hingga kosmetik. Dari penelusuran tim di 6 (enam) toko swalayan yang didatangi tidak menemukan barang kadaluarsa. "Sidak kali ini, tidak ditemukan barang yang kadaluarsa di toko-toko swalayan, melainkan rata-rata dari penuturan pemilik toko, sudah memahami produk yang masuk ke tokonya dengan memeriksa terlebih dahulu masa kadaluarsanya," kata Yenny koordinator tim sidak.
 
Menurut Yenny, tidak ditemukannya barang kadaluarsa tersebut menandakan bahwa apa yang dilakukan pemkab Kukar setiap tahunnya sudah membuahkan hasil dan ini terlihat dari sidak kali ini, tidak menemukan barang kadaluarsa, obatan maupun kosmetik yang dianggap berbahaya oleh BPOM. "Mudah-mudahan kondisi seperti ini terus dapat dijaga oleh para pemilik swalayan agar barang yang masuk selalu dipantau dan memeriksa lebel kadaluarsanya," ujarnya.
 
Sebelumnya Asisten III Setkab Kukar Sukrawardy mengatakan, tujuan dari sidak barang kadaluarsa adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat agar terhindar mengkonsumsi barang berbahaya bagi kesehatan. "Pemkab Kukar berkomitmen memberikan pemahaman serta mengawasi setiap prodak-prodak yang mengandung bahan berbahaya, seperti pengawet, borak, formalin dan lainnya sehingga dapat kita cegah masuk di Kutai Kartanegara," ujarnya. (medsi01)

Terkait

BERITA Lainnya