img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Unikarta Gelar Cerau Nasi Bekepor

date_range 13 April 2017 | Oleh : medsi03
Unikarta Gelar Cerau Nasi Bekepor

FOTO Staf ahli 1 Bupati Kutai Kartanegara Otoy Usman saat menyalakan api untuk memulai pemasakan Nasi bekepor di dampingi oleh Rektor Universitas Kutai Kartanegara Kartanegara Sabran.

TENGGARONG -Dalam Rangka Dies Natalis Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) ke-33 dan hari Budaya Kutai Kartanegara, Unikarta  menggelar Cerau Nasi Bekepor (Bahasa Kutai) atau makan bersama nasi bekepor di halaman Kampus Universitas Kutai Kartanegara. Rabu(12/4) Acara di buka Staf Ahli 1 Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Bupati Kukar H Otoy Usman ditandai dengan menyalakan api, tanda memulai memasak nasi bekepor. Setelah hidangan masak kemudian dihidangkan diatas daun pisang, selanjutnya dimakan bersama-sama.
 
Dekan Fisipol Awang M Rifani mengatakan bahwa  nasi bekepor adalah prosesi memasak dalam periuk atau kenceng atau kendil khusus seperti rantang yang di dalamnya berisi rempah-rempah dan beras yang sudah dicuci.   Sebelum dihidangkan, ditambahkan lagi daun kemangi, cabai, ikan goreng kering yang sudah dihancurkan dan sedikit perasan jeruk nipis kedalam nasi. “Proses memasak  hingga siap dihidangkan bisa  memakan waktu 45 menit,” ujar Awang M Rifani.
 
Sementara itu, Bupati Kukar dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli 1 Bupati Kutai Kartanegara Otoy Usman mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, karena  merupakan  salah satu wujud kepedulian Unikarta terhadap kasanah budaya lokal yang ada di Kukar. Nasi bekepor sebagai khasanah budaya memiliki filosofi gotong royong,  untuk itu ia berharap keberadaan nasi bekepor harus terus diperkenalkan dan dilestarikan,  mengingat saat ini nilai-nilai budaya mulai terkikis ditengah masyarakat.
 
Lebih lanjut dikatakannya Unikarta  sebagai salah satu perguruan tinggi yang ada di Kukar,  harus dapat mengokohkan falsafah, tata nilai dan kreativitas seni yang telah ada, dengan tetap berpijak kuat pada akar tradisional. Dengan semangat yang diberikan oleh Unikarta,  ia berharap kegiatan tersebut  bisa menjadi embrio  tumbuh dan berkembangnya kebudayaan di Kukar. (medsi03)

Terkait

BERITA Lainnya