img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Pengelolaan TPST Jadi Prioritas Pembenahan Dalam Penilaian Adipura

date_range 24 Februari 2017 | Oleh : mesi08
Pengelolaan TPST Jadi Prioritas Pembenahan Dalam Penilaian Adipura

FOTO Sekda Kukar H Marli didampingi Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan HM Sukrawardy S saat memimpin kegiatan rapat evaluasi penilaian Adipura tahap pertama bersama OPD terkait.

TENGGARONG –Ketersediaan Tempat Pembuangan Sampah Terpisah (TPST) sampah organik dan non organik dipemukiman warga dan tempat umum, merupakan prioritas utama yang harus segera ada. hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Penataan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kukar Abdul Hamid dalam rapat evaluasi penilaian Adipura tahap pertama yang dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Terkait diruang rapat Sekda Kukar, Selasa (21/02) lalu.
 
"Turunnya penilaian Adipura didominasi oleh tempat pembuangan sampah pemilahan organik dan non organik yang belum tersedia sepenuhnya, dan derainase yang kurang bagus di pemukiman warga, " Ujar Abdul Hamid. Ia juga mengatakan selain TPST sampah organik dan non organic,  Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan fasilitas pengelolaan sampah kota yang tidak menggunakan tekhnik Landfill (Tekhnik pembuangan sampah atau limbah padat dalam tanah) dan pengelola air Lindi (air Limbah) sampah yang disebabkan rusaknya mesin kincir air pengelolaan air Lindi di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), juga menjadi penilaian yang harus mendapat perhatian semua pihak.
 
"Hasil penilaian Adipura Kota Tenggarong pada tahap pertama RTH, TPA, dan pengelolaan limbah masih rendah.  Untuk itu akan kita carikan solusi, agar TPA yang ada bisa melaksanakan teknik Landfill dan mesin kincir air pengelolaan air Lindi bisa beroperasi kembali," Ujar Abdul Hamid. Sementara itu Sekda Kukar H Marli berharap pemerintah dan masyarakat Kukar khususnya kota Tenggarong, memiliki tekad yang sama agar Kota Tenggarong kembali meraih Adipura. Menurutnya salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan kembali menggalakkan kegiatan gotong royong.
 
“Hasil penilaian Adipura ini akan saya sebarkan kepada para pemangku kepentingan hingga ketingkat ketua Rukun Tetangga (RT) yang daerahnya menjadi lokasi penilaian, sehingga lokasi yang mendapatkan penilaian rendah untuk segera dibenahi, “ ujar Marli. (Medsi 08).

Terkait

BERITA Lainnya