img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Sosok Rita Kartini Indonesia hingga Promosi Wisata Dikancah Dunia Internasional

date_range 27 Desember 2016 | Oleh : hmp01
Sosok Rita Kartini Indonesia hingga Promosi Wisata Dikancah Dunia Internasional

FOTO Tampak beberapa kesenian dari delapan negara anggota CIOFF berparade diawal acara pembukaan Erau.

Sebagai salah satu upaya promosi daerah dimata Internasional, Pemkab Kutai Kartanegara sukses menggelar Erau Internasional Folk Ars Festival (EIFAF). Bahkan dari Kukar juga sosok Bupati Kukar Rita Widyasari sebagai Kartini masa kini untuk Indonesia. Rita sendiri dinilai berhasil dalam memimpin daerah dan berkontribusi mensejahteralan masyarakatnya.

Dibulan April merupakan bulan sejarah bagi kaum wanita Indonesia, dimana dibulan tersebut lahir seorang perempuan yang telah berhasil mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia sehingga sederajat dengan kaum lelaki, yakni Raden Ajeng Kartini. Dizaman modern ini  lahir perempuan - perempuan hebat yang terinspirasi perjuangan RA Kartini sehingga menjadi Kartini - Kartini modern, yang telah berhasil menjadi pemimpin didaerahnya masing - masing, salah satunya Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari. Secara khusus diundang sebagai narasumber dalam talkkshow bertajuk “Kartini Pemimpin Negeri” di televisi swasta nasional, Sabtu (30/4).

Tidak hanya itu, Pemkab Kukar juga dinilai berhasil dalam pengelolaan keuangan daerah dengan mendapat penilaian dari laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2015 dengan presedikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk keempat kalinya. Penyerahan WTP tersebut diserahkan oleh Kepala Perwakilan BPK RI Kaltim Adi Sudibyo kepada Bupati Kukar Rita Widyasari, Senin (30/5).

Selanjutnya dibulan Mei pemkab Kukar kembali meraih penghargaan, kali ini tiga perhargaan sekaligus berhasil diraih dalam TOP BUMD 2016 diterima Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah mewakili Bupati Kukar Rita Widyasari dalam rangkaian acara Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta Internasional Expo Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (5/6).

Pertengahan Mei, Pemkab Kukar ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musabbaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kaltim ke-38, dibuka Wakil Gubernur Kaltim H Mukmin Faisal ditandai dengan memukul beduk bersama Bupati Kukar Rita Widyasari, Minggu (22/5). Berlanjut ke bulan Agustus, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari kembali menerima penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo yakni Satya Lencana Melati diserahkan pada HUT Pramuka ke-55 dan pembukaan Jamnas X di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (14/8).

Sebagai agenda bersejarah bagi bangsa Indonesia, Pemkab Kukar turut merayakan peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71. Peringatan tersebut dipimpin Bupati Kukar Rita Widyasari selaku Inspektur Upacara (Irup) berlangsung tertib dan khidmat, Rabu (17/8).

Selanjutnya perhelatan akbar sebagai agenda tahunan, Pemkab Kukar juga menyelenggarakan Erau Adat Kutai dan Internasional Folk Arts Festival (EIFAF) 2016 yang dibuka Direktur Kesenian dan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Profesor Endang Caturwati. Pembukaan ditandai dengan menyalakan 7 buah "Brong" (obor besar) diantaranya yaitu oleh Profesor Endang Caturwati, Wagub Kaltim Mukmin Faisyal, Bupati Rita, dan Putera Mahkota Kesultanan Kutai. Turut dihadiri Duta Besar Republik Seychelles untuk ASEAN Nico Barito, Presiden CIOFF, Direktur Jaringan Kota Pusaka Indonesia, Gubernur Awang Faroek bersama unsur forum koordinasi pimpinan daearh Provinsi Kaltim, Bupati  Rita bersama forum koordinasi pimpinan daearah Kukar, Mingg (21//8).

Menurut Endang, Erau yang dilaksanakan saban tahun penyelenggaraannya mengedepankan kearifan lokal, meski menggandeng kesenian mancanegara. "Event ini luar biasa karena mengedepankan seni budaya lokal, Ini sesuai fisi Kemendikbud yaitu menunjukkan Indonesia yang kaya akan kearifan lokal," ujarnya. Pembukaan EIFAF diawali dengan parade tim kesenian dari sembilan negara anggota CIOFF, termasuk kesenian kabupaten kota di Kaltim. Lalu dilanjutkan tarian persembahan dari Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Kemudian di akhiri dengan tari kolosal "Menjaga Adat Mendulang Budaya," yang dibawakan 150 penari dari sanggar seni dan pelajar di Kukar. Sebelum acara pembukaan di stadion rondong demang, dilakukan prosesi mendirikan Ayu oleh kerabat kesultanan Kutai dan para pejabat forum koordinasi pimpinan daerah Kukar di Keraton atau Museum Mulawarman sebagai tanda dimualinya Erau.  (hmp01)

Terkait

BERITA Lainnya