img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Pelaut Satu ini Isi Waktu Senggang Membuat Miniatur Kapal

date_range 08 Desember 2016 | Oleh : hmp02
 Pelaut Satu ini Isi Waktu Senggang Membuat Miniatur Kapal

FOTO Kreatif; Lukman hadi saat mengecat miniatur kapal dikediamnnya. (by hayru abdi)

TENGGARONG -Banyak cara untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. Salah satunya membuat sesuatu yang bernilai dengan memanfaatkan limbah atau barang bekas. Seperti halnya yang dilakukan oleh Lukman Hadi (39), warga Desa Sepakat Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), mengisi waktu senggangnya dengan membuat miniatur kapal.  

Dengan menggunakan tripleks bekas sebagai bahan utama, bapak empat anak tersebut merangkai bagian demi bagian flywood yang sudah dipotongnya dengan pola sedemikan rupa, sehingga berbentuk sebuah kapal. Detail bagian-bagian kapal lainnya, yakni seperti relling atau pagar dan tangga kapal dibentuknya dari limbah kawat kandang ayam. Sedangkan winch atau mesin penarik jangkar dibuatnya dari limbah alat elektronik. Selain itu, limbah sparepart sepeda motor juga dipakainya pada bagain tertntu minatur kapal yang dibuatnya.    

Dalam beberapa bulan terakhir sudah 5 buah miniatur kapal yang dihasilkannya, yaitu dari jenis Tug Boat (TB), Landing Craft Tank (LCT), hingga tongkang. Uniknya, semua miniatur kapal yang dibuatnya memang dibentuk menyerupai aslinya. Salah satunya yaitu miniatur TB Samba, kapal pendorong ponton dan penarik jangkar tersebut, mulai dari warna cat hingga bagian lainnya dibuat cukup detail sehingga menyerupai bentuk aslinya. Maklum saja, Lukman memang memiliki kenangan khusus terhadap TB Samba tersebut. 

"TB Samba merupakan awal karir saya sebagai pelaut, cukup lama saya menjadi kru dikapal ini yang dulu beroperasi di delta Mahakam, mulai dari delta Mahakam sangat sepi hingga berdiri anjungan minyak dan gas disekitarnya," ujar pria yang kini menjabat sebagai Masinis II di LCT Total 2, saat ditemui di kediamannya dibilangan RT IV, gang Gerbang Dayaku 1, desa Sepakat, sambil menunjukkan miniatur TB Samba. 

Saat ditanya mengenai ide membuat miniatur kapal, Lukman mengatakan, hal itu didapatnya saat dirinya sedang off atau waktu istirahat kerja. "Pas off saya pulang kerumah dan main kerumah rekan saya Adam yang juga pelaut satu kampung dengan saya, pas ngobrol dan iseng lihat tripleks nganggur ya kami berdua coba membuat miniatur kapal lalu jadi," ujarnya sambil tertawa. 

Semenjak itu, Lukman terus melanjutkan membuat minatur kapal, bahkan dirinya mengerjakannya saat waktu senggang ketika berada di kapalnya. "Ya daripada diam lebih baik beraktifitas supaya ada kesibukan," ujarnya. Dikatakannya, jika dikerjakan tiap hari, satu buah miniatur kapal bisa diselesaikannya dalam  satu minggu. Namun, apabila hanya dikerjakan saat waktu senggang ketika berada dikapal, maka waktu penyelesaian hingga satu bulan.  

Saat ditanya apakah miniatur kapalnya hanya koleksi atau dijual, Lukman mengatakan jika ada yang berminat dirinya tentu akan menjualnya. "Kalau ada yang mau, saya jual satu unitnya 300 ribu rupiah, silahkan datang kerumah," demikian ujarnya. (hmp02)

Terkait