img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Kukar Jadi Pilot Project Kota Layak Anak

date_range 04 Agustus 2016 | Oleh : Hmp08
Kukar Jadi Pilot Project Kota Layak Anak

FOTO Ketua KPAI Aris Merdeka Sirait saat menjadi pembicara pada Seminar Peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan oleh PPA ID 518 Victory Loa Kulu

TENGGARONG – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2016, Pusat Pengembangan Anak (PPA) ID 518 Victory Loa Kulu menggelar seminar di gedung serbaguna PPA ID 518 Victori Loa Kulu Kecamatan Loa Kulu, Selasa (26/7). Hadir pada acara tersebut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Merdeka Sirait yang juga sebagai pembicara dalam seminar tersebut.

Bupati Kukar Rita Widyasari dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Kukar H Suriansyah mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) sejak tahun 2007 sudah diberikan kepercayaan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) sebagai pilot project atau daerah percontohan pengembangan kota layak anak.   Untuk itu, sampai sekarang Pemkab. Kukar tetap berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan dasar serta melakukan upaya perlindungan agar kebutuhan para anak yang berada di Kukar dapat tumbuh kembang dan berpartisipasi sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera menuju Kukar sebagai daerah layak anak dengan terus melanjutkan program dalam upaya mewujudkan Zona Bebas Pekerja Anak (ZBPA) di Kabupaten Kukar. 

Lebih lanjut, dikatakannya seminar peringatan Hari Anak Nasional ini merupakan momentum dalam mengemban visi dan misi yang penting, strategis dan monumental dalam upaya meningkatkan hak asasi dan kehormatan terhadap anak Indonesia khususnya di Kabupaten Kukar serta meningkatkan kesadaran seluruh komponen masyarakat bahwa anak merupakan generasi penerus cita – cita perjuangan bangsa. 

Sementara itu, Ketua KPAI Aris Merdeka Sirait saat menjadi pembicara dalam seminar mengatakan berdasarkan ketentuan konvensi PBB terdapat 10 hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua, masyarakat, negara, serta dunia internasional yaitu hak bermain, pendidikan, perlindungan, nama, kebangsaan, makanan, kesehatan, rekreasi, kesamaan, serta peran dalam pembangunan.

"Peran lingkungan dan masyarakat sangat efektif dalam memenuhi hak anak dan melindungi anak dari tindakan kekerasan terhadap anak," ujar Aris Merdeka Sirait. (Hmp08)

Terkait

BERITA Lainnya