img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Berkah Ramadan, Jualan Jajak Untung Rp 200 Ribu Perhari

date_range 16 Juni 2016 | Oleh : hmp02
Berkah Ramadan, Jualan Jajak Untung Rp 200 Ribu Perhari

FOTO Maya (kiri) saat melayani pelanggannya

Sudah menjadi kebiasaan kabanyakan warga Muslim di Kalimantan, berbuka puasa dengan kue-kue basah atau kue yang dimasak dengan cara di kukus. 

Tak terkecuali di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Kebiasaan berbuka dengan kue basah itu menjadikan peluang bisnis dagang untuk menyediakan kue-kue atau takzil berbuka puasa tersebut.  

Sehingga saat Ramadan, di Kota Raja Tenggarong banyak bermunculan para penjual kue dan takzil lainnya yang tumbuh subur bagai jamur di musim hujan.

Maya, salah satu penjual "Jajak" (sebutan untuk Kue dalam bahasa Kutai) yang menyediakan berbagai macam kue basah khas berbuka puasa di Tenggarong.  Pada bulan-bulan selain Ramadan, Maya bisanya berjualan Nasi Campur. Namun, momen Ramadan ini digunakannya mencari berkah dengan "banting setir" berdagang takzil untuk berbuka puasa.

Di beranda rumahnya di jalan Belida RT 7 didepan terminal Tenggarong atau tepat di sebelah Mushola Al-Huda, ibu tiga anak tersebut menjajakan takzilnya tiap hari mulai pukul 14.30 wita.

Adapun kue basah yang dijualnya yaitu Amparan Tetak, Sarimuka, Podang Kentang, Podang Nangka, Amparan Talam, Bingkak, Sari Penganten, dan Jendral Mabok. Menurut Maya, biasanya yang paling cepat habis Podang Kentang, Amparan Tetak, dan Jendral Mabok.  

"Alhamdulillah, biasanya kue-kue saya selalu habis terjual sebelum waktu buka puasa, bahkan sebelum sempat dipajang di etalase karena sudah habis dipesan pembeli," ujar isteri dari Fahrica PNS Bagian Humas Sub Pemberitaan Setkab Kukar tersebut, saat ditemui Rabu (15/6) sedang melayani pembeli.

Menurut wanita kelahiran 1982 itu, dalam sehari Dia biasanya membuat tujuh 'ceper' (sebutan untuk Loyang dalam bahasa Kutai) kue basah. Dalam satu ceper, berisi 10 potong kue basah.  Sepotong kue basah seukuran kurang lebih empat jari orang dewasa, dihargai Maya relatif murah, yakni Rp 6 ribu rupiah.  Sehingga dalam satu ceper, uang yang dihasilkannya Rp 60 ribu.

"Keuntungan bersihnya kira-kira dua ratus ribu sehari, Alhamdulillah uangnya untuk tambahan persiapan lebaran," ungkapnya sambil tersenyum. (hmp02)