img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Buaya Timbul Di Sungai Belayan

date_range 15 Oktober 2014 | Oleh : hms.DI.01
Buaya Timbul Di Sungai Belayan

FOTO Kapolsek Kembang Janggut AKP Salamun (tengah) saat memberi peringatan bagi warga (kanan) yang beraktifitas di bantara sungai Belayan.(joe)

TENGGARONG – Buaya yang biasa hidup di rawa kiri kanan Sungai Belayan di Kutai Kartanegara kini ditenggarai bermigrasi ke sungai. Karena habitat predator ini saat musim kemarau mengalami kekeringan.  Akibatnya binatang ampibi yang memiliki kekuatan gigitan luar biasa ini kerap ditemui warga Belayan timbul kepermukaan air bahkan menjemur diri di bantaran sungai.

Jika musim kemarau seperti saat ini jangan harap kapal yang biasa beroperasi di sungai Mahakam bisa melayari sungai ini. Karena selain  dangkal dan betabur gosong batu juga badan sungai menjadi menyempit.  Sedang positifnya bantaran sungai menjadi melebar dan mengeras sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas seperti bermain bola bagi anak anak. Bahkan terkadang dilewati kendaraan roda 2 untuk menuju desa satu ke desa yang lain.

Namun dari semua itu dampak musim kemarau di sungai belayan memiliki kehebohan tersendiri yaitu bermigrasinya sejumlah binatang buas termasuk buaya turun ke sungai Belayan. Binatang buas baik yang di hutan belantara maupun di rawa secara instingtif tentu  akan mendekati sumber air terdekat. Karena habitatnya mengalami kekeringan parah sehingga sulit mendapat asupan air. Terlebih sejumlah lahan dan hutan sekitar juga mengalami kebakaran. 

Dihadapkan kondisi ini jelas menimbulkan kerawanan bagi warga sekitar yang sehari-hari melakukan aktifitas di sungai Belayan. Kepala Polisi Sektor Kecamatan Kembang Janggut Kukar Ajun Komisaris Polisi Salamun saat ditemui Jumat (10/10) mengaku pihaknya telah mendapat laporan dari sejumlah warga yang sempat melihat binatang buas termasuk buaya acap ditemui berkeliaran di bantaran sungai.

Pihaknya dengan sarana yang ada telah menghimbau warga sekitar bantaran  sungai  agar waspada. “Beruntung predator pemangsa itu penampakannya jauh dari aktifitas manusia,” katanya. Menurutnya turunnya binatang buas ke sungai diduga selain rawa sekitar sungai mengalami kekeringan juga ditemui sejumlah titik api di kiri kanan sungai Balayan. 

AKP Salamun minta warga jika ada binatang buas di sekitar pemukiman segera melaporkan ke pihaknya untuk di halau kembali ke habitatnya. Dan bagi warga yag harus beraktifitas di sungai jangan sendirian  terlebih pada malam hari. Jika musim kemarau kali ini belum segera berakhir diperkirakan binatang buas seperti beruang, macan dahan hingga buaya akan banyak memenuhi bantaran sungai belayan. Penomena ini mungkin menarik bagi wisatawan petualangan namun tidak bagi warga setempat.(hms-di01)

BERITA Lainnya