Menyusun Kue Dalam Bentuk Lembuswana, Warnai Erau
Oleh : hermawan 17 Februari 2012 Objek Wisata
TENGGARONG - Pelaksanaan pesta adat, seni dan budaya Erau tahun ini akan diwarnai dengan even baru, yaitu rencana pencatatan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) berkenaan dengan penyusunan kue tradisional dalam bentuk simbol daerah.
"Kami coba membuat event menyusun kue tradisional dalam bentuk Lembuswana, yang akan kita jajaki untuk masuk Muri," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sri Wahyuni, sat rapat persiapan Erau baru-baru ini.
Dijelaskannya bahwa kegiatan tersebut selain sebagai usaha melestarikan kue-kue tradisional khas Kutai, juga sekaligus untuk lebih memperkenalkan atau mempopulerkan Lembuswana sebagai simbol daerah Kukar.
Menurutnya pihaknya akan berhubungan dengan pihak Muri mengenai teknis atau apa yang terunik untuk dicatat, sehingga event tersebut layak masuk Muri. Baik itu berdasarkan banyaknya kue tradisional yang disusun atau jumlah pesertanya, dari segi berat, maupun keunikan menyusun kue dalam bentuk simbol daerah.
"Mudah-mudahan nanti baru kita yang pertama mengadakan event seperti ini, sehingga bisa tercatat di Muri," ujarnya.
Sekedar diketahui bahwa Erau tahun ini akan dijadwalkan pada 1-8 Juli dengan judul "Pelas Benua Etam".
Adapun agenda kegiatan Erau tahun ini yaitu, rangkaian upacara adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, welcome party, upacara pembukaan dan penutupan, makan beseprah (makan bersama), olahraga tradisional, expo atau pameran, dan berbagai pertunjukan seni.
Selain itu direncanakan juga lomba seni tradisi, diantaranya lomba tari jepen untuk umum, lomba baca tulis tarsul dan lomba bemamai (mengomel dalam bahasa kutai). (hmp3)


