Perkuat Data Investasi, BPMPD Jemput Bola
Oleh : hermawan 14 Februari 2012 Pemerintahan
TENGGARONG – Badan Penanaman Modal & Promosi Daerah (BPMPD) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya untuk meningkatkan investasi kewilayah Kukar, salah satunya dengan melakukan promosi tidak saja di dalam negeri, namun juga sampai keluar negeri. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan (Wasdal) BPMPD Kukar Hj Tuwarti, saat ditemui diruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Menurut Hj Tuwarti, tahun 2012 ini seluruh jajaran BPMPD mulai dari kepala badan, bidang pelayanan penanaman modal, bidang pengawasan & pengendalian, hingga bidang promosi akan lebih gencar melakukan sosialisasi, pengawasan dan pengendalian penanaman modal, hingga melakukan promosi sampai ke luar negeri, hal tersebut dilakukan guna lebih meningkatkan minat para investor asing yang akhir-akhir ini cenderung banyak mangalir masuk ke Indonesia.
“Kami berharap realisasi Investasi Kukar ditahun 2012 ini nantinya akan melebihi paling tidak sama dengan tahun 2011 lalu, yang mencapai Rp. 9,9 Triliun atau jika dipresentasikan lebih dari 200 % dari target yang ditentukan pertahunnya yaitu sebesar Rp. 4,6 Triliun,” ujar Hj Tuwarti.
Kata Hj Tuwarti selain melakukan peningkatan promosi daerah, dirinya yang berada dan selaku bidang yang memantau dan menerima pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), juga tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi tentang kewajiban investor yang menanamkan modalnya di wilayah Kukar untuk melaporkan LKPMnya. Ia berharap, jika semua investor melaporkan LKPM secara periodik, maka semua kegiatan Investor di seluruh wilayah Kukar dapat termonitor dengan baik.
“Tahun ini kami akan melakukan tehnik jemput bola, yaitu secara proaktif me ndatangi perusahaan yang terdeteksi tidak menyampaikan LKPM-nya secara periodik 3 bulan sekali saat kegiatan investasi dimulai dan 6 bulan sekali saat proses produksi sudah berjalan, agar data yang dibutuhkan secara otomatis juga akan tersedia dengan validitas yang dapat dipertanggungjawabkan. “ ujar Hj Tuwarti (hmp02)


