Syaukani Penggagas Pusat Perkantoran dan perdagangan

Oleh : hermawan 14 Februari 2012 Pemerintahan   


Syaukani Penggagas Pusat Perkantoran dan perdagangan

TENGGARONG - Rencana pembangunan pusat perkantoran swasta dan perdagangan merupakan salah satu upaya strategis dalam rangka memperkuat sinergitas antara pihak swasta dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan. Salah satunya sebagai pembangkit pertumbuhan ekonomi di Kutai Kartanegara (Kukar). Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Totok Heru Subroto mengatakan adanya rencana tersebut diharapkan mampu memberikan peran optimal dalam perekonomian daerah, baik dari sisi pertumbuhan maupun dari sisi pemerataan pembangunan ekonomi daerah. \\\"Keberadaan pusat perkantoran swasta dan perdagangan ini akan menambah daya sebagai pengembangan wilayah melalui sarana kegiatan mikro ekonomi,\\\" kata Totok Senin (13/2) di Tenggarong.


Menurut dia menjelaskan, adanya kegiatan mikro ekonomi seperti aktivitas perdagangan barang dan jasa, akan memberikan dampak eksternalitas terhadap kegiatan ekonomi lainnya, terutama di daerah sekitar yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
\\\"Sebenarnya, Ide ini berawal dari gagasan Bupati terdahulu (DR Syaukani HR,red) melalui SK Bupati dan saat itu telah mendapatkan persetujuan dari DPRD Kukar,\\\" katanya.


Namun lanjut Totok, ide itu belum dapat dilaksanakan pada masa kepemimpinan disebabkan belum tersedianya fasilitas perkantoran di kota Tenggarong. Dan akhirnya ide ini dilanjutkan kembali dengan akan ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Investasi. Salah satu klausul penting kata dia, adalah kewajiban bagi pihak swasta atau investor untuk berkantor di pusat perkantoran swasta dan perdagangan. \\\"Pusat perkantoran dan perdagangan ini nantinya diharapkan sebagai pembangkit pertumbuhan ekonomi di Kutai Kartanegara,\\\" ujarnya.


Diketahui struktur perekonomian Kukar (2010) didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian (83,84 persen) diikuti sektor pertanian (6,34 persen) dari total nilai PDRB dengan migas sebesar Rp 98,8 T. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kegiatan ekonomi cenderung terkonsentrasi di dua sektor primer tersebut.
\\\"Kuatnya pengaruh sektor primer terhadap perekonomian daerah secara langsung maupun tidak langsung memberikan pengaruh terhadap perkembangan sektor ekonomi lainnya,\\\" jelas Totok menambahkan, dalam upaya memperkuat keterkaitan diperlukan sistem koordinasi yang baik antara pemda dengan dunia usaha terkait dengan proses produksi pemanfaatan sumber daya alam. Demikian Pungkasnya. (hmp4)

Syaukani Penggagas Pusat Perkantoran dan perdagangan
Syaukani Penggagas Pusat Perkantoran dan perdagangan