Pekaramba Minta Kualitas Air Dikaji Dinas Terkait

Oleh : 13 Februari 2012 Perekonomian   


Pekaramba Minta Kualitas Air Dikaji Dinas Terkait
TENGGARONG - Kematian massal benih  ikan  setelah 5 - 10 hari  ditebar  ke dalam karamba, telah mengakibatkan kerugian kepada petani,   bahkan ikan yang hampir panen pun juga mengalami kematian. Karena itu pekaramba meminta dinas terkait  untuk melakukan pengkajian  kualitas lingkungan budidaya mereka.
“Kami memohon kepada dinas terkait, supaya mengkaji kualitas air embung (danau buatan,red)  kami, karena ikan sudah kerap mati sejak 3 bulan lalu,” ucap Heru seorang anggota Kelompok Karamba Makmur Desa Kertabuana Kecamatan Tenggarong Seberang  saat dihubungi baru-baru ini.
Menurut Heru, gejala kematian ikan mereka tergolong aneh, karena  benih ikan yang mereka tebar tanda-tanda akan kematian bukan pada saat ditebar. Tapi ikan mati  dalam 5-10 hari setelah ditebar, dan kematiannya diatas 80 % dari jumlah yang ditebar.  Bahkan beberapa minggu terakhir ikan yang sudah besar pun dan siap panen, juga kadang-kadang mati massal diatas 50 %.
“Hampir semua anggota kamii  2 bulan terakhir,   malas menebar bibit baru, karena ikan mati terus,” ungkapnya.
Menanggapi kematian ikan di Desa  Kertabuana tersebut, Petugas Teknis  UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan Kec. Tenggarong Seberang, Muhlis Haji Pannusu, saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (31/1) lalu membenarkan kejadian tersebut.
“Kejadian kematian ikan itu sudah dilaporkan warga, sejak bulan Nopember 2011 lalu dan kami pada saat itu sudah menyarankan supaya diambil langkah-langkah antisipasi penanggulangan seperti melakukan vaksinasi sebelum ditebar,  melakukan pembersihan jaring secara teratur,  melakukan pengapuran di sekitar keramba, pengurangan jumlah benih ditebar persatuan luas,”terang Muhlis.
Namun demikian dari laporan terakhir yang diterima pihaknya sampai akhir Januari ini, kejadian itu masih tetap berlangsung walaupun berbagai antisipasi telah dilakukan warga.
“Kejadian ini  sudah kami laporkan kepada Kepala Dinas kami secara tertulis dan bahkan kami juga sudah meminta kepada Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten untuk membantu mengkaji fenomena ini,” ucap Muhlis.
Permintaan kepada Dinas dan BLHD supaya menurunkan tim pengkaji kualitas air, kata Muhlis itu supaya penyebabnya bisa diketahui dan dicarikan solusinya. (hmp03)
Pekaramba Minta Kualitas Air Dikaji Dinas Terkait
Pekaramba Minta Kualitas Air Dikaji Dinas Terkait