Menenggok Kutai Tempo Dulu
Oleh : 26 Desember 2011 Sosial Budaya
TENGGARONG- Untuk mengenang dan melestarikan adat Kutai sekaligus dalam memperingati hari jadi Kota Tenggarong ke 229 dan pencanangan hari budaya Kutai Kartanegara Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara menyelenggarakan Pagelaran seni dengan tema “Semalam Kutai Tempo Duluâ€.
Acara yang digelar Selasa 25 Oktober 2011 P u k u l 20.00 wita di Depan KEDATON Kesultanan Kutai Kartanegara akan dimeriahkan dengan bebrapa kesenian kutai seperti Theater Comedy, Damar Wulan, Hadrah ( Rudat), Band pandan Ria,Tingkilan dan Tarsul.
Pagelaran yang dimaksudkan untuk Masyarakat pelaku seni Kutai Kartanegara khususnya, masyarakat umumnya, dapat mengingat kembali bahwa seni budaya Kutai kartanegara tempo dulu yang tidak pernah di sentuh pengembangan dan pelestariannya perlu di bangkitkan kembali. Dengan Pagelaran ini di harapkan tumbuh generasi baru dan komunitas seni sebagai generasi penerus, dalam pengembangan dan pelestarian seni budaya kutai kartanegara.
Erwan Riyadi selaku Kasubbid Promosi Dinas Pariwisata mengatakan Kutai Kartanegara yang memiliki banyak komunitas seni dan budaya tradisi di dalam masyarakat sebagai aset kepariwisataan di daerah bisa menjadi alat pendukung pengembangan kepariwisataan sebagai bahan penguat konsep wisata yang diusung oleh pemerintah Kakupaten Kukar.
Saat ini, tambahnya Banyak aset seni budaya yang belum sepenuhnya di gali dan di kenali atau sudah pernah ada namun dalam perjalannya menemui hambatan dalam pengembangannya karena situasi dan kondisi sehingga terhenti. Maka dengan itu pemerintah Daerah Kukar melalui dinas pariwisata berusaha dan selalu dipicu untuk terus mengembangkan dan melestarikan potensi-potensi seni budaya.
“Contohnya Seni budaya “ Damar Wulan yang saat ini mungkin hanya sedikit generasi muda yang tauhu keberadaannya“ “ujarnya. Dammar wulan ini di perkirakan sejak tahun 1950 sudah berada di tengah-tengah masyarakat kutai sebagai hiburan bagi masyarakat, yang biasanya mereka tampil dalam acara pagelaran hari-hari besar maupun hiburan untuk acara perkawinan, sunatan dan lain-lain, hasil dari pengamatan bahwa seni budaya ini berkembang di Kec.Muara Muntai ,Kec. Muara Wis, kec. Kota Bangun dan kec. Tenggarong yang terletak di desa Bansamar, kesenian ini yang masih eksis hanya di daerah kecamatan Ma.Muntai itu pun dihawatirkan akan hilang karena proses regenerasi tidak dapat dilakukan, ini di sebabkan tidak satupun yang mau membina secara propesional.
Lain hal nya dengan Band Pandan Ria yang merupakan salah satu seni musik atau BAND yang berada di Tanah Kutai Kartanegara kelahirannya diperkirakan pada tahun 1969 yang di bina secara langsung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai, dalam perkembangannya, tumbuh lagi Band Pandan Ria 2 di Kecamatan Muara Muntai dan Band Pandan Ria 3 (The Tree Panri) di Kecamatan Loa Kulu, dimana ke tiga komunitas seni musik ini adalah tempat generasi muda menyalurkan bakat seni musik maupun seni suara, saat ini nama pandan ria tidak sebesar dulu, dimaklumi bahwa perkembangan music sesuai dengan pengaruh alih tehnologi semangkin kompetitif, situasi dan kondisi kutai Kartanegarapun berubah sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga Band Pandan Ria pun sudah tidak eksis lagi seperti dahulu.
“Pagelaran seperti ini lah yang kami harapkan dapat membangunkan kembali tradisi-trasidi dan Sejarah budaya di tanah kutai“tambahnya. Semalam Kutai Tempo Dulu akan menampilkan pemain-pemain lama, agar masyarakat Kutai Kartanegara mengetahui sejarah musik di kutai kartanegara.(adv/lina)


