Lestarikan budaya dengan Festival Etam Segala
Oleh : 24 Desember 2011 Sosial Budaya
TENGGARONG-Festival Etam Segala dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tenggarong ke 229 Di halaman parkir stadion Rondong demang Tenggarong (15/10)lalu ditandai dengan pemukulan kentongan dan acara masak suman sebanyak 229 buah oleh masyarakat kedang lampong ditandai dengan membelah suman oleh Staf ahli Salmon Zakaria didamping oleh Kepala Dinas Pariwisata Kukar H. Asmidi
Festival Etam Segala ini mempersembahkan banyak kegiatan atraksi seni budaya yang tidak hanya berasal dari kebudayaan asli masyarakat di Kutai Kartanegara, melainkan juga atraksi seni budaya yang berasal dari kebudayaan masyarakat di luar Kutai Kartanegara.
Pemerintah Daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah memberikan ruang gerak bagi para seniman nusantara yang bermukim di Kutai Kartanegara ini untuk berekspresi seluas-luasnya. Dengan demikian julukan Kutai Kartanegara sebagai “Indonesia Mini†akan semakin diakui, karena berbagai seni dan budaya nusantara telah terbukti tumbuh dan berkembang dengan subur di daerah ini. Selain itu aneka kegiatan pada festival ini juga mampu memberikan hiburan rakyat yang relatif murah, meriah, gembira dan penuh dengan suasana kekeluargaan, sehingga pada akhirnya kegiatan ini mampu untuk semakin mempererat tali silaturahmi diantara berbagai komponen masyarakat di Kutai Kartanegara ini.
Kegiatan seperti ini juga dapat membantu upaya Pemerintah Daerah untuk mewujudkan Kota Tenggarong sebagai kota wisata yang ditopang oleh semakin banyaknya even-even wisata yang diharapkan akan semakin menarik kehadiran para wisatawan baik lokal, domestik maupun mancanegara. Ini tentu sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui program Gerbang Raja, yang mengisyaratkan perlunya pengembangan pariwisata daerah sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan.
Satu hal yang tidak kalah pentingnya, dampak positif dari terselenggaranya event ini adalah semakin menggeliatnya gerak roda perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas perdagangan dan jasa, meskipun masih dalam batas atau skala kecil dan mikro.
Mewakili pemerintah daerah, sekali lagi ia berharap, dengan penyelenggaraan festival ini, akan timbul kepedulian yang tinggi terhadap kekayaan akan keragaman budaya yang kita miliki, khususnya para generasi muda. Dari kepedulian yang tinggi tersebut dapat melestarikan dan mengembangkan warisan budaya leluhur nenek moyang untuk di wujudkan.
Ia juga menegaskan bahwa tugas melestarikan dan mengembangkan kebudayaan tersebut bukan hanya menjadi tugas pemerintah melainkan menjadi tugas dan tanggung jawab bersama." Marilah sama-sama melestarikan dan mengembangkan tradisi dan budaya menuju kota Kutai kartanegara menjadi kota wisata"imbuhnya(adv/lina)


