Dwie Arum Wakil Kaltim di Duta Wisata Nasional
Oleh : hermawan 22 November 2011 Objek Wisata
TENGGARONG- Tumbuh di lingkungan yang kaya
akan seni budaya membuat Dwie Arum Meynina Duta wisata Kutai Kartanegara 2011
yang berhasil mewakili kaltim di ajang Duta Wisata tingkat Nasional yang akan
diselenggarakan pada 5 Desember 2011 di Palu tak henti-hentinya belajar
mengembangkan bakat seninya. Gadis kelahiran Tenggarong 10 Mei
1992 yang sekarang Kuliah di APIIT/UCTI Malaysia jurusan Business Management
ini ingin tetap mempelajari dan
menulusuri perkembangan budaya, dan pastinya membantu Dinas Budaya dan
Kepariwisataan untuk mempromosikan dan mengembangkan objek2 wisata. Dikaltim
khususnya Kukar yang sudah siap jual kepada para wisatawanMenurutnya kepariwisataan bisa
menjadi salah satu faktor penunjang ekonomi masyarakat Indonesia,
khususnya kutai kartanegara.
Ia juga mengungkapkan Alasannya
mengikuti duta wisata karena ia ingin sekali
mengetahui lebih dalam kebudayaan tradisional dan bagaimana penerapan
juga pelestariannya." Tidak lucu ketika kita lahir di suatu tempat yang
kayak akan budaya dan warisan leluhur, tetapi kita tidak mengetahui apapun
tentang itu"ujarnya.
Anak pasangan Slamet Bardianto
dan Wartini yang sangat gemar melakukan Travelling ini sangat berharap dengan
mengikuti ajang Duta Wisata Indonesia mewakili kaltim bisa membawa nama kaltim
khususnya dalam bidang kepariwisataannya di ajang nasional.Dengan ajang tersebut, Ia
bermaksud mempromosikan kaltim Agar lebih banyak orang tahu bahwa kaltim kaya
akan budaya dan objek-objek wisata baik wisata budaya, wisata alam dan wisata
keluaga seperti kereta gantung dan ski tower yang dimiliki Kukar.
"saya akan melakukan yang
terbaik sebagai perwakilan kaltim, karena sudah menjadi tanggung jawab saya
sebagai wakil kaltim"tambahnya. Tetapi ia mengakui bahwa dirinya tidak
mempunyai target untuk menang, karena menurutnya setiap Duta Wisata Memiliki visi dan misi untuk
mempromosikan daerahnya masing masing dan di setiap daerah mempunya karakter
dan ciri khas yang berbeda-beda.Saat ditanya apa yang disukainya
dari kaltim ia menjawab budaya dan masyarakatnya, karena menurutnya masyarakat
kaltim khususnya kukar sadar akan budaya dan wisata juga masih berpegang teguh
pada budaya dan tetap melestarikanya. Lingkungan yang seperti itu membuat ia
tidak ingin berhenti belajar dan terus ingin menggali pengetahuannya tentang
budaya.
Di akhir wawancara ia juga
menitipkan pesan kepada muda-mudi kaltim agar sadar akan budaya. ada pepatah
yang mengatakan bahwa "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung".
Jadi dimana saja berada, sebagai generasi muda, harus mengetahui dan sadar akan
budaya yang ada didaerah tersebut, karena jika tidak tahu menahu atau cuek,
bersiaplah menjadi generasi muda yg tidak bermoral dan berbudaya juga
bermartabat, "budaya harus tertanam dihati dan didarah daging
kita"imbuhnya mengakhiri percakapan(hmp09). 

