Pengelolaan Bandeng Tanpa Duri Menjanjikan
Oleh : hermawan 16 November 2011 Perekonomian
TENGGARONG - Pengolahan bandeng tanpa duri merupakan salah satu proses pengolahan diversifikasi produk perikanan, terutama produk perikanan dari bahan baku ikan bendeng. Adapun cara pengolahannya cukup sederhana, demikian dikatakan Ir Patricia D Palar saat menyampaikan materi di Pelatihan Diversifikasi Olahan Bandeng,yang digelar oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Aertembaga Bitung Sulawesi Utara bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kukar dari tanggal 9 sampai dengan 14 November 2011 lalu, di Balai Kelurahan Koala Kecamatan Samboja.Jika bandeng mempunyai cita rasa yang spesifik dan banyak digemari oleh masyarakat banyak namun dibalik prospek tersebut ikan bandeng mempunyai kelemahan yaitu terdapatnya duri-duri yang banyak yang tersebar diseluruh bagian daging. Untuk mengantisipasi dari kendala-kendala maka proses pengolahan bandeng tanpa duri merupakan altematif yang sangat tepat, tambahnya. “Agar enak untuk dikonsumsi tanpa berpikir banyak tulang ada cara untuk mengolah bandeng tanpa tulang, ini bisa di konsumsi untuk keluarga dan dijual kemasyarakat dalam menambah pendapatan keluarga itu terutama untuk para ibu rumah tangga yang mungkin masih banyak terdapat waktu luang, untuk itu gunakan waktu pelatihan ini sebaik mungkin karena ilmu yang didapat sangat berguna nantinyaâ€,katanya
Ia merincikan bahan – bahan untuk pembuatan terutama adalah ikan bandeng segar dibantu dengan bahan lainnya yaitu air es, kantong plastik, talenan, pisau, pinset, bak pencucian, alat pembuang sisik, wadah plastik dan timbangan. Sedangkan untuk pengolahannya pertama yang harus dilakukan pembuangan sisik, apabila pengolahan bandeng tanpa duri untuk kepentingan pengolahan lanjutan yang masih memerlukan adanya sisik, maka pembuangan sisik tidak dilakukan, apabila dalam pengolahan lanjutan tidak diperlukan adanya sisik maka cara pembuangan sisik dengan dikerok dari pangkal ekornya menuju ke bagian kepala dengan alat pisau atau pembuang sisik khusus.
Sambil mempraktekkan kepada peserta patricia menunjukan teknik pembelahan dengan cara menyayat bagian punggung ikan dengan menggunakan alat pisau penyayatan dimulai dari bagian ekor sampai dengan membelah kepala dan selanjutnya pembuangan isi perut serta insang. Ikan yang sudah di fillet dicuci bersih dengan air untuk menghilangkan darah, lemak maupun kotoran yang melekat, selanjutnya buang tulang punggung dengan menggunakan pisau dari bagian ekor hingga bagian kepala cabut tulang – tulang dari permukaan dinding perut pada bagian perut terdapat 16 pasang tulang besar. Sembari melihat cara praktek ibu – ibu peserta dalam mengerjakan pembuangan tulang, patricia terus memberi pelajaran “Buat irisan memanjang pada guratan daging bagian tengah, selanjutnya pencabutan duri dilakukan dengan cara memasukan ujung pinset pada bagian irisan tersebut, lakukan pencabutan satu persatu tulang pada bagian punggung terdapat 42 pasangduri bercabang, sepanjang leteral linet terdapat 12 pasang sedangkan bagian perut terdapat 12 pasang duriâ€, katanya sambil memperaktekkan.
Agar mempunyai daya awet yang lebih lama ikan bandeng segera mungkin di dinginkan dengan menyimpan kedalam wadah dan diberi es untuk menjaga agar ikan tidak berkontak langsung dengan es maka ikan dimasukan kedalam kantong plastik yang ditutup dengan sealer. Patricia sangat senang bisa berbagi ilmu kepada para ibu – ibu dan berharap setelah pelatihan ini para ibu rumah tangga yang telah mengikuti pelatihan ini bisa langsung mempraktekkannya dirumah agar tidak mudah lupa dan ini bisa menjadi penghasilan tambahan.(hmp10)


