Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Detail

Sejarah

Daerah Swapraja Kutai diubah menjadi Daerah Istimewa Kutai yang merupakan daerah otonom/daerah istimewa tingkat kabupaten berdasarkan UU Darurat No.3 Th.1953.

Berdasarkan UU No.27 Tahun 1959, status Daerah Istimewa Kutai dihapus dan daerah ini dibagi menjadi 3 Daerah Tingkat II, yakni:
1. Kotamadya Balikpapan dengan ibukota Balikpapan
2. Kotamadya Samarinda dengan ibukota Samarinda
3. Kabupaten Kutai dengan ibukota Tenggarong

Pada tahun 1995 Kabupaten Kutai menjadi salah satu Daerah Percontohan Pelaksanaan Otonomi Daerah, berdasarkan PP No.8 Tahun 1995 tentang Penyerahan Sebagian Urusan Pemerintahan Kepada Daerah Tingkat II Percontohan.

Pada tahun 1999, wilayah Kabupaten Kutai dimekarkan menjadi 4 daerah otonom berdasarkan UU No.47 Th.1999, yakni:
1. Kabupaten Kutai dengan ibukota Tenggarong
2. Kabupaten Kutai Barat dengan ibukota Sendawar
3. Kabupaten Kutai Timur dengan ibukota Sangatta
4. Kota Bontang dengan ibukota Bontang


Istilah Kabupaten Kutai Induk sering digunakan untuk membedakan antara Kabupaten Kutai hasil pemekaran dengan Kabupaten Kutai yang lama. Pada Musyawarah Nasional yang pertama APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) yang diadakan di Tenggarong pada tahun 2000, Presiden RI Abdurrahman Wahid yang membuka Munas tersebut mengusulkan agar Kabupaten Kutai hasil pemekaran menggunakan nama Kabupaten Kutai Kartanegara, mengingat kota Tenggarong juga merupakan ibukota dari Kesultanan Kutai Kartanegara.

Tanggal 23 Maret 2002, Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menetapkan penggunaan nama Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 2002 tentang \"Perubahan Nama Kabupaten Kutai Menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara\".

Gambaran Umum Kabupaten

Kabupaten Kutai Kartanegara berada di Provinsi Kalimantan Timur berjarak 25 km dari Ibukota Provinsi Kalimantan Timur Samarinda serta 145 km dari kota Balikpapan yang merupakan pintu gerbang Provinsi Kalimantan Timur.

Kabupaten ini memiliki wilayah seluas 27.263,10 km2 yang dibagi dengan luas daratan 23.166,10 km2 dan luas perairan 4097 km2.

Juga memiliki banyak sungai, hutan dan bukit dengan curah hujan berkisar 2000 - 4000 mm/tahun, dengan temperatur suhu rata-rata 26-33 derajat celcius.

Penduduk Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini berjumlah 828.303 jiwa dengan kepadatan penduduk sekitar 35 jiwa/km2, yang terdiri dari suku asli Melayu Kutai, Dayak Benuaq, Bahau, Modang, Kenyah, Punan, Kayan, Bentian dan Basap serta beberapa suku pendatang lainnya, dimana mayoritas penduduk memeluk agama Islam dan agama lainnya. Mata Pencaharian penduduk yang beragam mulai dari bidang pertanian, jasa, perdagangan, industri dan pertambangan serta beberapa sektor swasta lainnya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2007, Lembaga Pemerintahan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara terdiri dari Sekretariat Kabupaten yang dipimpin oleh Sekretaris Kabupaten, 4 Asisten dan 12 Bagian, sekretariat DPRD 4 bagian, 18 dinas daerah serta lembaga teknis daerah yang terdiri dari 13 Badan, Inspektorat Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, 2 Rumah Sakit Umum, 18 Kecamatan, 227 Kelurahan/Desa, juga terdapat 9 Lembaga Vertikal.

Fasilitas pendidikan yang ada saat ini yaitu 172 unit Play Group, 288 unit TK, 483 unit Sekolah Dasar, 162 unit SMP, 64 unit SMA, 28 unit SMK dan 1 unit Universitas serta 2 unit Sekolah Tinggi. Sedangkan dari sektor kesehatan, kabupaten Kutai Kartanegara memiliki fasilitas berupa 3 unit Rumah Sakit, 30 unit Puskesmas, 197 unit Puskesmas Pembantu, 89 orang Dokter Umum dan 27 Dokter Spesialis serta 37 orang Dokter Gigi. 

Sekilas Program Gerbang Raja

VISI

“Menuju terwujudnya masyarakat Kutai Kartanegara yang sejahtera dan berkeadilan”

MISI

1. Peningkatan penyelenggaraan Pemerintahan dengan menitik-beratkan pada motivasi dan pengawasan         pelaksanaan Good Governance.
2. Meningkatkan kualitas dan daya saing menuju sumber daya manusia yang unggul beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Menumbuhkan sentra perekonomian dan pengembangan usaha rakyat dengan tetap menjaga iklim investasi dalam kerangka penciptaan lapangan kerja.
4. Meningkatkan Sumber-Sumber Pendapatan dan mengembangkan potensi serta daya saing Agribisnis, Industri dan Pariwisata.
5. Peningkatan pemerataan infrastruktur pembangunan untuk menjangkau layanan fasilitas umum baik secara kualitas maupun kuantitas.
6. Menetapkan penyelenggaraan pembangunan berwawasan lingkungan dan pelestarian sumberdaya alam.
7. Meningkatkan peran dan partisipasi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

KONSEP SEJAHTERA

GERAKAN PEMBANGUNAN RAKYAT SEJAHTERA
Sejahtera menunjukkan kondisi kemakmuran masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara , yaitu masyarakat yang terpenuhi kebutuhan ekonomi (materiil) maupun sosial (spirituil) secara adil dan merata. Konsep kesejahteraan dalam program Gerbang Raja menerapkan kebijakan umum pencapaian keseimbangan. Artinya tidak menghentikan yang besar agar tidak berkembang, serta memberikan dorongan lebih besar kepada yang kecil agar terus berkembang.

Makna Sebuah Visi

Membangun sebuah VISI lebih dibutuhkan sifat kearifan intuitif yang menyentuh hati dan menggerakkan jiwa untuk berbuat. VISI merupakan sumber inspirasi, motivasi dan kreativitas yang mengarahkan proses penyelenggaraan kehidupan didaerah Kabupaten Kutai Kartanegara menuju masa depan yang dicita-citakan.

FILOSOFI GERBANG RAJA

SEJARAH
Kutai Kartanegara merupakan asset historis dan budaya bangsa yang dahulu dikenal dengan Kerajaan Tertua di Indonesia, Kerajaan Mulawarman dengan lingkup luasan Kutai Raya yang memberi kebanggaan bagi Rakyat dan masyarakat Kukar.

SEJAHTERA

Merupakan wujud keyakinan untuk membangun Kebanggaan masa depan bagi Rakyat dan Masyarakat Kutai Kartanegara