Kukar Menginspirasi Keberhasilan REP
Buat “Road Map” Hubungan Indonesia-German
Dikirim Kamis, 19 November 2009 Oleh Ery | Pemerintahan
TENGGARONG- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diundang pada acara Seminar Alumni Jerman di Jogjakarta belum lama ini, untuk memberikan pemeparan mengenai keberhasilan Returning Expert Programme (REP) atau pengalaman Kukar bekerjasama dengan alumni Jerman.
Pada acara itu Pemkab Kukar diwakili oleh Kepala Kantor Pengelola Asset Daerah Bambang Arwanto yang juga salah satu inisiator program REP di Kukar . Hadir pada acara tersebut Duta Besar Jerman Untuk Indonesia DR Norbert Baas, Presiden WUS Jerman DR Kambiz Ghawami, DR Evita Herawati Legowo Dirjen minyak dan Gas kementrian pertambangan dan energi, IR Ari Soemarno Direktur Ekonid, DR Franz Xaier Augustin Direktur Gothe Institut, Ilham Habibie, dan Prof DR Wardiman Djoyonegoro.
Bambang mengatakan diundangnya Pemkab Kukar pada seminar itu, karena mengingat pemerintah Republik Federal Jerman memberikan nilai fositif pada program REP semenjak pertama kali di luncurkan di Kukar sebagai Pilot Project atau percontohan.
Dalam paparan Bambang, hubungan Pemerintah Republik Federal Jerman dengan Kukar bermula tahun 2006, ketika perwakilan BMZ (The German Federal Ministry for the Economic Cooperation and Development ) yang mengutus Mr. Matthias Brandes Geiger and Mr. Kuswant Singh, untuk bertemu H. Syaukani HR yang menjabat Bupati Kutai pada saat itu, pada tanggal 4 Desember 2006.
“Pada pertemuan tersebut representative dari BMZ menawarkan bantuan tenaga ahli siiap pakai lulusan Jerman untuk membantu pemerintah daerah dalam upaya penguatan otonomi dalam aspek peningkatan SDM,” paparnya saat dihubungi, Selasa (17/11) lalu.
Program bantuan jerman tersebut dinamakan REP yang pada akhirnya ditandatanganinya nota kesepahaman program REP pada 24 Maret 2007 lalu sebagai pilot Projek REP di Indonesia. Selain Indonesia ( Kukar) bantuan serupa juga diberikan kepada China, Kamerun dan India.
Bantuan Tenaga Ahli siap Pakai Lulusan German merupakan tenaga expert dibidang Civil Enginering Management Energy ,Information and Technologyj, Enviroment Engineering, Electrical Engineering, Akutansi dan Ekonomi, Teknik Bangunan, Pariwisata dan Turism, dimana selama terikat kontrak 2 tahun mereka diberikan subsidi gaji oleh pemerintah republik federal german dan bantuan alat – alat kerja sampai sebesar 150.00 euro per orang yang nantinya akan menjadi milik pemda setelah masa kontrak berakhir.
Melihat Perkembangan Program REP di Kukar, memeberikan kontribusi yang positif bagi pemerintah daerah, maka program REP juga kemudian di adopsi oleh Aceh, Balikpapan, Kutai Timur, dan Samarinda dan dicoba dikembangkan dibeberapa daerah di bagian timur Indonesia.
“Bahkan program REP ini diadopsi oleh sekkretariat jendral DPR RI, dan Komisi Pemberantasan Korupsi, pada seminar tersebut diungkapkan bahwa program REP sangat membantu peningkatan kinerja organisasi terutama dibidang SDM,” ujar Bambang. Duta Besar German DR Noorbert baas dalam sambutannya Juga Mengapresiasi keberhasilan program REP di Kukar. Serta berharap Kukar dapat memanfaatkan keberadaan tenaga ahli tersebut secara optimal. (hmp03)