Diperbarui 36 menit lalu

HUMAS KUKAR FOTO

BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PUBLIK PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Field Trip Pesut Mahakam, Anda Peduli, Pesut Mahakam Lestari.

Seekor pesut mahakam yang di temukan oleh peserta Field Trip Ke-6 Save The Mahakam Dolphin bersama Kukar Kreatif saat berenang dari arah hulu mahakam ke muara kaman. (23 Februari 2014) Photo By. Innal Rahman

Field Trip Pesut Mahakam, Anda Peduli, Pesut Mahakam Lestari.

Trip kali ini  diikuti 19 peserta, 9 dari grup dan 10 dari kukar kreatif (tenggarong, kukar). Keberangkatan agak molor karena teman – teman banyak mengalami gangguan sehingga jam 14.00 wita kami baru berangkat dari simpang 3 bukit biru, tenggarong, sedangkan tim dari kukar kreatif lebih dahulu berangkat ke tebalai. Masalah mulai timbul saat kami tiba di tebalai (muara kaman seberang) ketinting yang kami booking sejak 3 hari yang lalu ternyata dipakai pelanggan yang lain, sehingga kami memutuskan untuk merubah rute ke desa sangkuliman di kecamatan kota bangun, dengan harapan semoga kami bisa meminjam longboat ataupun ketinting milik kepala desa yang biasa kami panggil om alul. Di kota bangun, kami teruskan perjalanan ke arah liang untuk makan dulu, baru melanjutkan perjalanan dengan menyeberang kapal fery ke sangkuliman. Di rakit peserta semua beristirahat, sambil bercengkrama santai dan ada juga yang asyik mandi dan berenang di sungai, dan mancing.

Esok pagi selepas makan ala kadarnya, kami berangkat menggunakan long boat milik om alul dengan dibantu naga sebagai joki. Dengan lebar 1 meter lebih dan panjang sekitar 10 meter dan mesin 40 HP, kami berangkat ke arah danau semayang dulu baru menyusuri sungai mahakam sekitar jam 9.00 wita. Jam 10.16 kami melihat pesut mahakam sebelum desa bukit jering, di perkirakan ada 3 ekor saat itu.

Kami pun mematikan mesin dan berhanyut sambil mengikuti arus. Pesut mahakam berenang mengikuti arus ke arah hilir mahakam dan dari arah renang yang sering berubah arah dan cenderung lebih sering ke arah pinggir, kemungkinan pesut mahakam sedang berburu makanan, yakni ikan.

Sekitar 30 menit kami memutuskan melanjutkan perjalanan dan supaya pesut mahakam tidak terganggu terlalu lama sehingga bisa mengganggu aktifitas rutinnya tersebut. Di Muara Kedang Kepala, nampaknya tidak ada pesut mahakam yang terlihat sehingga kami memutuskan untuk melanjutkan ke muara kaman, apalagi hari sudah siang dan perut sudah merasa lapar. 11.43 wita kami mampir ke warung makan Ramohan sambil mengamati ke arah muara, siapa tahu ada pesut mahakam muncul.

Namun sampai pukul 12.30 wita tidak ada tanda pesut mahakam muncul, sehingga kami meneruskan perjalanan ke arah sungai kedang rantau, memasuki cagar alam muara kaman – sedulang hingga ke desa tunjungan. Dari pemilik warung ramohan kami mendapat infomasi bahwa seminggu yang lalu ada 1 ekor pesut mahakam yang di temukan mati mengambang dari arah ulu mahakam, dari size yang di gambarkan oleh pemilik warung kemungkinan besar pesut mahakam yang mati masih anak – anak.

Bangkai tersebut pun di biarkan hanyut mengikuti arus, karena selain dilarang UU utk memiliki bangkai tersebut, warga setempat juga mempercayai cerita dari nenek moyang bahwa siapapun yang mengambil bangkai pesut mahakam akan mendapat kutukan. Sesampainya di desa tunjungan, hasilnya tetap nihil. Kami mampir sebentar di warung terapung untuk membeli minuman segar, karena cuaca yang panas dan juga longboat yang kami pakai tidak memiliki atap, sehingga membuat kami semua dehidrasi berat.

Dari info pemilik warung  untuk beberapa hari ini pesut mahakam tidak terlihat di sekitar kampung. Walhasil, perjalanan pulang semua nampak lesu dan sesekali terhibur dengan atraksi satwa liar khas sungai kedang rantau seperti burung pecuk ular asia, pekaka emas, elang bondol, kirik – kirik laut, kirik kirik senja, hingga layang – layang batu yang banyak kami temui selama di perjalanan. 17.30 wita saat akan meninggalkan muara kaman, kami kembali beruntung menemukan kembali pesut mahakam yang berenang dari arah hulu mahakam ke muara kaman.

Dari pengamatan kami jumlahnya masih sama dengan yang kami temukan sebelumnya, sehingga kami menyimpulkan kelompok kecil pesut mahakam ini adalah kelompok yang sebelumnya. Proses dokumentasi terus berjalan walau jarak pesut mahakam lumayan jauh, dengan sesekali muncul di dekat  perahu kami.

Ramainya jalur transportasi air saat itu membuat kami kesulitan menentukan titik munculnya pesut mahakam, namun tidak menyurutkan semangat dan antusias kami untuk terus mengabadikan setiap detik moment munculnya pesut mahakam. 17.45 kami kembali ke sangkuliman sambil meninggalkan pesut mahakam yang masih muncul di sekitar muara sungai kedang rantau, karena perjalanan masih panjang. Pulang malam tak bisa dihindari, syukur Alhamdulillah kami akhirnya sampai ke sangkuliman sekitar pukul 20.00. Kami langsung berkemas dan pulang ke arah tenggarong.

Tim Kukar kreatif di antar langsung menggunakan long boat ke liang, sedangkan kami menyeberang menggunakan kapal fery. Di perjalanan pulang kami beberapa kali mampir untuk istirahat sebentar untuk makan minum, sambil menghilangkan ngantuk dan badan yang masih terasa pegal – pegal dimana – mana. Sesampainya di tenggarong kami berpisah dengan rekan – rekan yang berasal dari samarinda, Alhamdulillah sekitar jam 01.00 kami sampai di rumah masing – masing dengan selamat.

Anda peduli, pesut mahakam lestari…!





© 2013 - 2014 Humas & Protokol Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Developed by Numesa